MQFMNETWORK.COM | Dalam situasi bencana, keluarga menjadi garda terdepan dalam melindungi lansia. Kedekatan emosional dan keberadaan sehari hari menjadikan keluarga sebagai pihak yang paling memahami kondisi fisik dan psikologis lansia.

Tanpa kesiapan keluarga, upaya penyelamatan lansia akan berjalan jauh lebih lambat.

Keluarga sebagai Penjaga Pertama Lansia

Lansia membutuhkan pendamping tetap yang siap membantu saat kondisi darurat. Kehadiran anggota keluarga di sekitar lansia sangat menentukan keberhasilan evakuasi.

Peran penting keluarga antara lain
• Menenangkan lansia saat situasi darurat
• Membantu mobilitas saat evakuasi
• Mengarahkan ke jalur evakuasi yang aman
• Memastikan lansia tidak tertinggal

Pendampingan ini tidak bisa dilakukan secara spontan tanpa persiapan sebelumnya.

Perencanaan Evakuasi Berbasis Rumah Tangga

Perencanaan evakuasi yang dimulai dari rumah tangga dinilai lebih efektif dibandingkan pendekatan umum. Setiap keluarga memiliki kondisi lansia yang berbeda, sehingga rencana evakuasi harus disesuaikan.

Beberapa langkah yang perlu dipersiapkan keluarga
• Menentukan siapa yang bertugas mendampingi lansia
• Mengenali jalur evakuasi terdekat dari rumah
• Menyiapkan ruang lindung yang aman
• Menyepakati titik kumpul keluarga

Perencanaan sederhana ini dapat mengurangi kebingungan saat bencana terjadi.

Risiko Keterlambatan Pertolongan

Tanpa pendampingan yang jelas, lansia berisiko mengalami keterlambatan pertolongan. Kondisi ini sering terjadi karena keluarga panik atau tidak mengetahui langkah yang harus diambil.

Keterlambatan pertolongan dapat menyebabkan
• Lansia terjebak di dalam rumah
• Kesulitan mencapai titik evakuasi
• Gangguan kesehatan yang tidak tertangani
• Risiko cedera yang lebih tinggi

Pendampingan keluarga yang terstruktur menjadi kunci untuk mencegah risiko tersebut.

Pernyataan BPBD Kota Bandung

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, menyampaikan bahwa dari sisi kerentanan, lansia membutuhkan penjaga di sekitarnya karena tidak semua lansia mampu bergerak cepat atau mandiri. Menurutnya, kesiapan keluarga menjadi faktor utama dalam melindungi lansia saat bencana.

Ia juga menekankan pentingnya mengenali bahaya, memahami ciri cirinya, serta mengidentifikasi ruang lindung di dalam rumah. Pernyataan ini disampaikannya saat mengudara di Radio MQFM Bandung Kamis, 22/01/2026.

Penguatan Peran Keluarga dalam Edukasi Kebencanaan

Edukasi kebencanaan tidak cukup hanya menyasar individu lansia, tetapi juga seluruh anggota keluarga. Dengan pemahaman yang sama, keluarga dapat bergerak lebih cepat dan terkoordinasi.

Manfaat edukasi kebencanaan berbasis keluarga antara lain
• Meningkatkan kesiapsiagaan bersama
• Mengurangi kepanikan saat bencana
• Mempercepat proses evakuasi
• Memastikan keselamatan lansia lebih terjamin

Melalui pendekatan rumah tangga, perlindungan terhadap lansia tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi bagian dari kesiapsiagaan sehari hari.