MQFMNETWORK.COM | Kelompok lanjut usia atau lansia menghadapi risiko yang berlapis ketika bencana terjadi. Di kota padat seperti Bandung, keterbatasan fisik, psikologis, dan sosial membuat lansia berada dalam posisi yang jauh lebih rentan dibanding kelompok usia lainnya.
Kerentanan ini sering kali tidak terlihat sebelum bencana terjadi, namun menjadi sangat nyata saat situasi darurat berlangsung.
Keterbatasan Fisik yang Menghambat Evakuasi
Salah satu tantangan terbesar bagi lansia adalah keterbatasan kemampuan fisik. Penurunan kekuatan otot, gangguan keseimbangan, serta penyakit penyerta membuat proses evakuasi menjadi tidak mudah.
Beberapa kondisi yang kerap dihadapi lansia saat bencana antara lain
• Sulit bergerak cepat atau menuruni tangga
• Membutuhkan alat bantu jalan
• Mudah mengalami kelelahan
• Risiko jatuh yang lebih tinggi
Dalam kondisi darurat, keterlambatan beberapa menit saja dapat berdampak serius terhadap keselamatan lansia.
Kerentanan Psikologis dalam Situasi Darurat
Selain fisik, aspek psikologis juga menjadi faktor penting. Lansia cenderung mengalami kepanikan lebih tinggi saat menghadapi situasi yang tidak terduga. Tekanan mental dapat menghambat kemampuan mereka dalam mengambil keputusan cepat.
Kondisi psikologis yang sering muncul meliputi
• Kebingungan saat mendengar peringatan darurat
• Sulit memahami instruksi evakuasi
• Ketakutan berlebihan terhadap suara keras atau guncangan
• Ketergantungan pada orang terdekat
Tanpa edukasi yang tepat, kepanikan ini berpotensi memperparah situasi saat evakuasi berlangsung.
Ketergantungan Sosial yang Tinggi
Lansia tidak bisa dilepaskan dari lingkungan sosialnya. Banyak lansia yang hidup bersama keluarga atau bergantung pada orang lain dalam aktivitas sehari hari. Ketika bencana terjadi, ketergantungan ini menjadi faktor krusial.
Beberapa risiko sosial yang dihadapi lansia antara lain
• Tertinggal saat anggota keluarga panik
• Tidak memiliki pendamping tetap
• Kurangnya koordinasi evakuasi berbasis keluarga
• Minimnya informasi yang disampaikan dengan bahasa sederhana
Tanpa perencanaan yang matang, lansia berisiko tidak tertangani dengan cepat.
Pandangan BPBD Kota Bandung
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, menegaskan bahwa kerentanan lansia tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Menurutnya, lansia memiliki keterbatasan kapasitas yang membuat mereka lebih berpotensi terdampak meskipun jumlah korban tidak selalu lebih tinggi dibanding kelompok lain.
Ia menekankan pentingnya memahami kondisi lansia secara menyeluruh, mulai dari kemampuan bergerak hingga kebutuhan pendampingan. Pernyataan ini disampaikannya saat mengudara di Radio MQFM Bandung Kamis, 22/01/2026.
Pentingnya Edukasi yang Disesuaikan
Menghadapi kerentanan berlapis ini, edukasi kebencanaan bagi lansia tidak bisa disamakan dengan kelompok usia produktif. Materi harus disampaikan secara sederhana, berulang, dan berbasis pada lingkungan terdekat.
Edukasi yang tepat akan membantu lansia
• Mengenali bahaya di sekitarnya
• Mengetahui ruang lindung yang aman
• Mengurangi kepanikan saat bencana
• Meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi situasi darurat
Dengan pendekatan yang tepat, lansia tidak hanya menjadi kelompok yang dilindungi, tetapi juga mampu beradaptasi dan bertahan dalam kondisi bencana.