Tajdidul Ilmi: Bekal Ilmu Sebelum Beramal

 Niat yang ikhlas saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan ilmu yang benar. Ibadah tanpa ilmu ibarat berjalan di kegelapan tanpa arah. Banyak orang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga karena mereka tidak memahami batasan dan syarat sah puasa sesuai syariat Islam.

Allah berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: “Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43).

Fakta Mengejutkan Soal Menelan Ludah saat Puasa

 Seringkali muncul keraguan, apakah menelan ludah membatalkan puasa? Ternyata dalam ilmu fikih, menelan ludah diperbolehkan asalkan memenuhi tiga syarat: ludah sendiri, belum keluar dari mulut, dan tidak tercampur benda lain. Hal-hal detail seperti inilah yang harus dipelajari kembali agar kita tidak was-was saat menjalankan ibadah.

Bolehkah Mencicipi Masakan Saat Sedang Puasa?

Bagi ibu rumah tangga atau koki, mencicipi masakan seringkali menjadi dilema. Secara fikih, mencicipi masakan diperbolehkan untuk keperluan tertentu seperti memastikan rasa bagi pelanggan atau tamu, asalkan tidak ditelan. Setelah mencicipi, dianjurkan untuk berkumur-kumur dan membuangnya untuk menjaga kesucian puasa.

Rasulullah bersabda:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ

Artinya: “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.” (HR. Ahmad).