Tajdidul Amal: Perbanyak Tobat Sebelum Berangkat

 Persiapan ketiga yang tidak kalah penting adalah memperbaharui amal melalui istigfar dan tobat. Dosa yang menumpuk seringkali menjadi penghalang bagi seseorang untuk merasakan kelezatan dalam beribadah. Dengan bertaubat sejak sekarang, kita sedang membersihkan bejana hati agar siap menampung keberkahan Ramadan yang melimpah.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya).” (QS. At-Tahrim: 8).

Mengapa Ibadah Terasa Hambar? Mungkin Ini Sebabnya

Pernahkah Anda merasa malas atau sulit istikamah dalam beribadah? Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa kemaksiatan yang belum ditobati adalah alasan utama hilangnya kenikmatan bermunajat kepada Allah. Maka, bersihkan diri sekarang agar saat malam tarawih tiba, hati kita sudah dalam keadaan lapang dan tenang.

Sayyidul Istigfar: Doa Pengantar ke Surga

Rasulullah SAW mengajarkan satu doa yang disebut Sayyidul Istigfar. Jika dibaca dengan penuh keyakinan di pagi hari dan wafat sebelum sore, maka ia termasuk ahli surga. Mengamalkan doa ini sebelum Ramadan adalah cara terbaik untuk mengetuk pintu ampunan Allah dan meraih kemuliaan yang agung.

Rasulullah bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّي أَتُوبُ فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ

Artinya: “Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali.” (HR. Muslim).