Bukan Sekadar Alarm Pagi: Ada “Tamu” yang Tak Kasatmata

Bagi sebagian orang, suara ayam berkokok di malam hari atau menjelang fajar sering kali dikaitkan dengan mitos-mitos mistis. Namun, dalam kajian akidah di MQFM Bandung, Ustaz Abu Yahya menjelaskan bahwa fenomena ini memiliki landasan syariat yang sangat jelas dan indah. Berdasarkan hadis sahih, ayam memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh manusia, yaitu melihat keberadaan malaikat yang sedang lewat atau hadir di suatu tempat.

Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw. bersabda bahwa jika kita mendengar ayam berkokok, maka segeralah memohon karunia kepada Allah Swt. (fadhlullah). Mengapa demikian? Karena pada saat itu, ayam tersebut sedang melihat malaikat. Kehadiran malaikat di sekitar kita membawa rahmat dan keberkahan, sehingga saat itulah menjadi waktu yang sangat mustajab bagi seorang hamba untuk berdoa agar permintaannya diamini oleh makhluk suci tersebut.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا

“Apabila kalian mendengar ayam berkokok, maka mintalah karunia (berdoalah) kepada Allah, karena ia melihat malaikat” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Menghubungkan Syariat dengan Fitrah Makhluk Hidup

Secara ilmiah, ayam memang memiliki sensitivitas cahaya yang sangat tinggi melalui retina matanya, namun syariat memberikan dimensi spiritual yang lebih dalam. Ustaz Abu Yahya menekankan bahwa Allah Swt. menciptakan makhluk-Nya dengan kelebihan masing-masing untuk menjadi tanda kekuasaan-Nya bagi manusia. Malaikat yang diciptakan dari cahaya (nur) terkadang menampakkan eksistensinya dalam spektrum yang hanya bisa ditangkap oleh indra hewan tertentu, seperti ayam.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Qur’an Surah Adz-Dzariyat Ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ 

Artinya: “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”

Menariknya, syariat juga memberikan perbandingan: jika kokok ayam menandakan kehadiran malaikat, maka ringkikan keledai menandakan kehadiran setan. Perbedaan reaksi hewan ini mengajarkan kita untuk selalu waspada terhadap kondisi alam di sekitar kita. Saat ayam berkokok, kita diajarkan untuk optimis dan berdoa; sementara saat mendengar ringkikan keledai, kita diajarkan untuk ta’awudz (berlindung kepada Allah). Ini adalah bentuk sinkronisasi antara aktivitas alam semesta dengan zikir seorang mukmin.

Pelajaran Akidah: Alam yang Teratur dalam Penjagaan Malaikat

Fenomena ayam berkokok ini juga membawa kita pada pemahaman akidah yang lebih luas: bahwa kita tidak pernah sendirian. Alam semesta ini dipenuhi oleh para malaikat yang bertugas mengatur matahari, hujan, hingga menjaga manusia. Ustaz Abu Yahya menjelaskan bahwa keteraturan alam semesta ini bisa terjaga karena peran serta malaikat yang selalu patuh pada perintah Allah Swt.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Qur’an Surat Hud ayat 7:


وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ وَّكَانَ عَرْشُهٗ عَلَى الْمَاۤءِ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗوَلَىِٕنْ قُلْتَ اِنَّكُمْ مَّبْعُوْثُوْنَ مِنْۢ بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَقُوْلَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ هٰذَٓا اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ



Artinya: “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan ‘Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. Jika engkau berkata (kepada penduduk Makkah), “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan setelah mati,” niscaya orang kafir itu akan berkata, “Ini hanyalah sihir yang nyata.”

Dengan memahami bahwa ayam berkokok adalah tanda kehadiran malaikat, seorang muslim akan semakin merasa dekat dengan penciptanya. Kita tidak lagi melihat alam sebagai benda mati, melainkan sebagai ekosistem yang hidup dan berinteraksi dengan makhluk-makhluk gaib yang taat. Mari jadikan setiap suara kokok ayam sebagai pengingat untuk melangitkan doa, karena siapa tahu, di samping kita ada malaikat yang sedang bersiap membawa doa tersebut ke Arsy Allah Swt.