Sifat ujub (bangga diri) muncul karena kita merasa kelebihan yang ada pada diri kita—seperti kecerdasan, ketampanan, atau kekayaan—adalah milik pribadi. Padahal, semua itu adalah titipan Allah sebagai bentuk ujian. Jika kita benar-benar meyakini Allah sebagai pencipta, maka tidak ada ruang bagi kesombongan karena kita sadar bahwa semua atribut tersebut bisa diambil kapan saja.
Melawan Insecurity dengan Keyakinan pada Takdir
Sebaliknya, rasa minder atau insecure sering muncul saat kita merasa memiliki kekurangan fisik atau status sosial. Penting untuk diingat bahwa tidak ada ciptaan Allah yang gagal atau cacat dalam pandangan-Nya; setiap bentuk fisik dan kondisi hidup sudah diukur dengan sangat cermat. Menolak kondisi diri sama saja dengan meragukan kesempurnaan ciptaan Sang Maha Pencipta.
Menghargai Keunikan Setiap Hamba
Rahasia kebahagiaan adalah berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Fokuslah pada peran yang Allah berikan saat ini tanpa perlu iri pada kelebihan orang lain atau menghina kekurangan mereka. Setiap perbedaan adalah desain terbaik dari Allah untuk menguji sejauh mana kita bisa bersyukur dan bersabar dalam menjalani peran masing-masing di dunia yang fana ini.
Artinya: “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan.” (HR. Muslim)
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.