Banyak umat muslim yang merasa berat untuk bangun malam demi melaksanakan sholat tahajud atau witir. Padahal, waktu malam adalah saat yang paling intim bagi seorang hamba untuk “bercurhat” kepada Penciptanya. Ustadz Hendra Wiracandra dalam kajiannya menjelaskan bahwa sholat malam adalah identitas orang-orang shaleh yang mampu menaklukkan hawa nafsunya. Artikel ini akan mengupas tuntas tips praktis agar kita bisa bangun dengan segar tanpa merasa terbebani oleh rasa kantuk.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an (Surah Al-Isra: 79):
Artinya: (Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.)
Manajemen Tidur untuk Meraih Lailatul Qadr
Manajemen waktu dimulai dari kedisiplinan tidur di awal waktu setelah sholat Isya. Secara deskriptif, tubuh memerlukan istirahat yang cukup agar saat bangun malam, pikiran dalam kondisi jernih dan fokus. Mengurangi asupan makanan berlebih sebelum tidur juga menjadi kunci penting dalam fikih ibadah malam agar tubuh tidak terasa berat saat hendak bangkit dari tempat tidur. Sholat malam bukan tentang banyaknya rakaat, melainkan tentang konsistensi dan kualitas hubungan kita dengan Allah.
Rahasia Doa yang Mustajab di Saat Manusia Terlelap
Keajaiban doa di sepertiga malam adalah janji Allah yang pasti ditepati. Saat sebagian besar dunia sedang tidur, pintu langit terbuka lebar bagi siapa saja yang meminta ampunan dan pertolongan. Dengan menjadikan sholat malam sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban, kita akan merasakan perubahan drastis dalam ketenangan hidup dan kemudahan urusan sehari-hari.
Artinya: Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir…)* (HR. Bukhari & Muslim)
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.