Sihir Sejak Zaman Rasulullah SAW
Sahabat MQ, sihir bukanlah sekadar mitos atau cerita fiksi, melainkan sebuah realitas yang bahkan pernah dialami oleh manusia paling mulia, Rasulullah SAW. Beliau pernah disihir oleh seorang Yahudi bernama Labid bin Al-A’sham menggunakan media rambut yang dibuhul. Hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa tidak ada seorang pun yang benar-benar kebal dari gangguan jika Allah berkehendak menjadikannya ujian.
Allah SWT menurunkan surat Al-Falaq dan An-Nas secara khusus sebagai obat untuk menghancurkan buhul-buhul sihir tersebut:
وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
Artinya: “Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya).” (QS. Al-Falaq: 4).
Melalui peristiwa ini, Sahabat MQ diajarkan bahwa sekuat apa pun sihir yang dikirimkan, kekuatan kalamullah jauh lebih dahsyat untuk menghancurkannya. Sihir biasanya dikendalikan oleh tukang sihir yang bekerja sama dengan jin kafir untuk memisahkan pasangan suami istri atau merusak rezeki seseorang. Namun, semua itu hanya akan terjadi jika diizinkan oleh Allah.
Siapa yang Mengendalikan Sihir?
Di balik setiap serangan sihir, terdapat kerja sama gelap antara manusia yang bersekutu dengan jin kafir. Sahabat MQ harus memahami bahwa jin tidak akan membantu manusia secara gratis; mereka meminta imbalan berupa kesyirikan dan pengabdian. Jin kafir ini bertindak sebagai pelaksana tugas (khodam) yang masuk ke dalam rumah atau tubuh manusia melalui celah-celah kemaksiatan atau amalan yang tidak bersumber dari syariat.
Allah SWT menegaskan tentang asal mula ilmu ini dalam QS. Al-Baqarah ayat 102:
وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ
Artinya: “Dan tidaklah Sulaiman itu kafir, akan tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia.”
Sering kali, sihir masuk ke dalam hunian melalui benda-benda yang ditanam di halaman rumah. Sahabat MQ perlu peka jika suasana rumah tiba-tiba menjadi sangat panas secara emosional tanpa sebab yang jelas. Jika hal ini terjadi, jangan pergi ke dukun, karena itu justru akan menambah masalah dan mendatangkan jin baru yang lebih kuat.
Menghancurkan Buhul Sihir dengan Doa
Lantas, bagaimana jika Sahabat MQ merasa ada pengaruh sihir di rumah? Cara terbaik adalah dengan melakukan ruqyah mandiri. Gunakan media air yang sudah dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an, terutama Ayat Kursi dan tiga Qul, lalu siramkan ke tempat yang dicurigai. Keyakinan penuh bahwa Allah adalah satu-satunya penyembuh menjadi kunci utama keberhasilan proses penghancuran sihir ini.
Ingatlah janji Allah dalam QS. Taha ayat 69:
وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَىٰ
Artinya: “Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana pun ia datang.”
Sahabat MQ juga disarankan untuk rutin mengonsumsi kurma ajwa dan melakukan bekam sebagai bagian dari ikhtiar fisik menangkal racun sihir. Jika menemukan benda aneh seperti bungkusan kain atau jarum, bacakan ayat kursi lalu hancurkan dan bakar benda tersebut sembari memohon pertolongan Allah. Dengan istikamah dalam ibadah, segala makar jin dan tukang sihir akan sirna seperti debu yang tertiup angin.