Penampilan Agamis Bukan Jaminan Kesalihan Hati Fenomena “hijrah instan” terkadang membuat seseorang merasa lebih suci dan gemar menghakimi orang lain. Sahabat MQ mungkin pernah merasa sakit hati karena teguran yang kasar dari sesama rekan yang merasa sudah lebih “paham” agama. Padahal, inti dari beragama adalah memperbaiki akhlak kepada sesama manusia. Rasulullah SAW diutus ke dunia…
Menanamkan Cinta Sebelum Mengenalkan Siksa Banyak dari kita yang tumbuh dengan bayangan Tuhan yang selalu mengintai kesalahan. Bagi Sahabat MQ yang kini menjadi orang tua, penting untuk membangun citra Allah sebagai Dzat yang Maha Pengasih di hati anak. Jika anak hanya dikenalkan pada kemarahan-Nya, mereka akan tumbuh dalam ketakutan yang mencekam, bukan ketaatan yang tenang.…
Gagalnya Retorika yang Hanya Mengandalkan Ancaman Sering kali kita menemui cara penyampaian pesan agama yang terlalu kaku dan penuh penghakiman. Bagi Sahabat MQ yang masih dalam pencarian jati diri, cara ini justru bisa menutup pintu hati. Ketika amigdala (pusat emosi di otak) merasa terancam oleh nada bicara yang keras, logika Sahabat MQ akan otomatis tertutup.…
Mengapa Hati Merasa Sesak Saat Mendengar Ceramah? Pernahkah Sahabat MQ merasa cemas atau ingin menghindar saat mendengar suara azan atau ceramah agama? Kondisi ini bisa jadi bukan karena Sahabat MQ membenci agama, melainkan adanya Religious Trauma Syndrome (RTS). Fenomena ini muncul ketika pengalaman beragama di masa lalu meninggalkan luka emosional yang mendalam akibat cara penyampaian…
Larangan Meletakkan Lengan Seperti Anjing Saat Sujud Seringkali karena kelelahan, Sahabat MQ mungkin menempelkan seluruh lengan hingga siku ke lantai saat sujud. Gerakan ini sangat dimakruhkan karena menyerupai cara duduk hewan tertentu dan menunjukkan kesan malas. Angkatlah siku dan renggangkan sedikit dari lambung agar posisi sujud terlihat gagah dan bertenaga. Sahabat MQ Dalam Islam, meletakkan lengan…
Polemik Memejamkan Mata Saat Berdiri Shalat Banyak Sahabat MQ yang merasa lebih fokus jika memejamkan mata erat-erat saat shalat. Namun, para ulama menjelaskan bahwa hukum asalnya adalah makruh karena menyerupai ibadah kaum Majusi. Sunnah yang utama adalah tetap membuka mata dan mengarahkannya ke tempat sujud sebagai bentuk ketundukan hamba. Sahabat MQ Salat adalah ibadah yang…
Hukum Menutup Mulut dengan Tangan atau Masker Menutup mulut saat shalat tanpa adanya keperluan medis atau hajat tertentu adalah hal yang dimakruhkan. Bagi Sahabat MQ, penting untuk diketahui bahwa menutup mulut dapat menghalangi kejelasan makhraj huruf saat membaca ayat suci. Kecuali dalam kondisi sakit atau mencegah penularan wabah, maka diperbolehkan demi kemaslahatan bersama. Sahabat MQ…
Dampak Menahan Buang Air Terhadap Kualitas Ibadah Melaksanakan shalat dalam keadaan menahan buang air kecil atau besar sangatlah dimakruhkan bagi Sahabat MQ. Hal ini bukan tanpa alasan, karena tekanan fisik tersebut akan membuat pikiran tidak tenang dan terpecah. Agama Islam menginginkan hamba-Nya menghadap Sang Pencipta dalam kondisi fisik yang nyaman dan siap secara mental. Sahabat…
Larangan Menyingsingkan Pakaian Sebelum Shalat Sahabat MQ, terkadang kita merasa lebih nyaman menyingsingkan lengan baju sebelum memulai shalat. Namun, secara hukum hal ini termasuk makruh karena menghalangi pakaian ikut bersujud bersama kita. Sebaiknya biarkan pakaian dalam kondisi terjuntai rapi tanpa perlu diikat atau digulung secara sengaja demi estetika semata. Sahabat MQ Menyingsingkan, melipat, atau menggulung…
Menjaga Pandangan Tetap Fokus ke Tempat Sujud Sering kali saat berdiri dalam shalat, pandangan Sahabat MQ mungkin tanpa sadar melirik ke arah langit-langit atau benda di sekitar. Hal ini termasuk dalam perkara yang dimakruhkan karena dapat membuyarkan konsentrasi dan kekhusyukan. Rasulullah SAW mengingatkan agar kita senantiasa menjaga pandangan ke arah tempat sujud agar hati tetap…
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.