Larangan Meletakkan Lengan Seperti Anjing Saat Sujud
Seringkali karena kelelahan, Sahabat MQ mungkin menempelkan seluruh lengan hingga siku ke lantai saat sujud. Gerakan ini sangat dimakruhkan karena menyerupai cara duduk hewan tertentu dan menunjukkan kesan malas. Angkatlah siku dan renggangkan sedikit dari lambung agar posisi sujud terlihat gagah dan bertenaga. Sahabat MQ Dalam Islam, meletakkan lengan (siku hingga pergelangan tangan) di atas lantai saat sujud dilarang karena menyerupai perilaku anjing yang menghamparkan kaki depannya. Posisi yang benar adalah mengangkat kedua lengan, menjauhkannya dari lambung, dan hanya telapak tangan yang menempel di tanah.
Adab Duduk Antara Dua Sujud yang Benar
Selain posisi tangan, cara duduk juga perlu diperhatikan agar tidak menyerupai cara duduk hewan yang dilarang. Sahabat MQ sebaiknya menggunakan posisi ifitirasy atau tawarruk sesuai dengan urutan rakaat yang dijalankan. Ketertiban dalam setiap detail posisi tubuh mencerminkan rasa hormat kita kepada Allah yang Maha Agung. Sahabat MQ Setelah sujud pertama, orang yang salat bangun dari sujud untuk duduk di antara dua sujud. Duduk di antara dua sujud merupakan rukun salat. Dalam hadis al musi’ shalatahu, dari Rifa’ah bin Rafi radhiallahu’anhu, di dalamnya disebutkan:
ثُمَّ يَسْجُدُ حَتَّى تَطْمَئِنَّ مفاصلُه ثُمَّ يَقُوْلُ : اللهُ أكبرُ ويرفعُ رأسَه حتَّى يستويَ قاعدًا
Artinya: “…kemudian Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam sujud sampai anggota badannya menempati tempatnya, kemudian mengucapkan “Allahu Akbar”. Kemudian mengangkat kepalanya (bangun dari sujud) sampai ke posisi duduk“ (HR. Abu Daud no. 857, dishahihkan Al Albani dalam Ashl Sifati Shalatin Nabi [1/189])
Larangan Meniru Gerakan Hewan dalam Shalat
Rasulullah SAW sangat memperhatikan agar umatnya memiliki martabat yang tinggi bahkan dalam posisi shalat yang paling rendah sekalipun. Hal ini ditegaskan dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim:
اعْتَدِلُوا فِي السُّجُودِ، وَلاَ يَبْسُطْ أَحَدُكُمْ ذِرَاعَيْهِ انْبِسَاطَ الكَلْبِ
Artinya: “Bersikaplah tegak (simetris) dalam sujud dan janganlah salah seorang di antara kalian menghamparkan kedua lengannya seperti hamparan anjing.”
Sahabat MQ cara shalat, adabnya, dan sunnah-sunnahnya. Dalam hadits ini, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan untuk bersikap moderat dalam sujud saat shalat; ini dilakukan dengan bertumpu pada kaki, lutut, tangan, dan wajah. Orang yang beribadah tidak boleh menjulurkan lengan bawahnya ke tanah saat sujud seperti anjing, yaitu meletakkan telapak tangan dan siku di tanah. Kemudian Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam melarang meludah yaitu dahak dari mulut atau hidung saat shalat atau di masjid. Beliau juga melarang orang yang beribadah meludah ke depan, yaitu arah kiblat, atau meludah ke kanan, karena itu adalah arah yang mulia dan untuk semua amalan yang mulia. Karena seseorang baik saat shalat maupun di masjid sedang menghadap Tuhannya, ia mengikuti adab yang benar dan tidak melakukan sesuatu yang tidak pantas bagi Yang Maha Kuasa, Yang Maha Agung. Riwayat-riwayat menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW memerintahkan orang yang beribadah bahwa jika ia harus meludah, ia hendaknya meludah ke kiri atau di bawah kakinya. Ia juga hendaknya mengubur ludahnya, atau di tepi pakaiannya jika ia tidak mampu meludah ke arah tersebut. Seorang Muslim hendaknya berhati-hati agar tidak menajiskan masjid dengan meludah di lantainya, terutama jika lantainya berkarpet. Ia dapat menggunakan tisu atau tepi pakaiannya untuk meludah jika sedang shalat. Jika tidak sedang shalat, ia dapat keluar dan pergi ke tempat mana pun di mana ia dapat membersihkan mulut dan hidungnya. Ini adalah adab yang baik dan menunjukkan rasa hormat kepada masjid.