Seringkali seseorang merasa sudah aman karena sudah rajin tahajud, sedekah, dan mengaji. Namun, Aa Gym memperingatkan agar kita tidak tertipu oleh amalan lahiriah semata. Jika amalan tersebut justru melahirkan perasaan “paling benar” dan memandang rendah orang lain yang belum melakukan hal yang sama, maka amalan itu justru menjadi hijab (penghalang) antara diri kita dengan Allah.
Membedakan Antara Benar dan Merasa Benar
Ada perbedaan besar antara melakukan kebenaran dan merasa menjadi pemilik kebenaran. Orang yang benar akan selalu rendah hati dan merasa penuh kekurangan, sedangkan orang yang merasa benar akan arogan dan sulit menerima masukan. Kebenaran yang hakiki akan melahirkan kedamaian, bukan permusuhan. Jika hidup kita penuh dengan konflik karena selalu ingin diakui benar, maka saatnya kita mengevaluasi kualitas hati kita.
Memohon Petunjuk di Setiap Langkah
Dalam setiap salat, kita mengulang permintaan “Ihdinas shiratal mustaqim.” Ini menunjukkan bahwa kita selalu butuh bimbingan Allah setiap saat agar tidak tersesat dalam rasa bangga diri. Jangan pernah bosan untuk beristigfar dan memohon agar Allah membersihkan niat kita. Hanya dengan pertolongan Allah-lah kita bisa keluar dari jebakan “merasa benar” dan menjadi hamba yang dicintai-Nya.
“Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.”
Pesan: Mengingatkan kita bahwa nafsu selalu ingin merasa “paling suci” dan “paling benar”, sehingga kita harus selalu waspada.
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.