Mengukur Kualitas Hubungan dengan Sang Pencipta

Aspek pertama dan paling utama yang wajib diperiksa di bulan Muharam adalah bagaimana kualitas hubungan vertikal kita dengan Allah SWT. Sudahkah salat lima waktu dikerjakan di awal waktu dengan khusyuk, atau justru hanya sekadar penggugur kewajiban di sela-sela kesibukan dunia? Sahabat MQ, hubungan dengan Pencipta adalah fondasi dari seluruh sendi kehidupan yang menentukan bahagia atau sengsaranya seorang hamba. Jika fondasi ini rapuh, maka runtuhlah seluruh urusan kehidupan yang lain.

Kewajiban menjaga salat sebagai bentuk komunikasi utama dengan Allah SWT ditegaskan dalam ayat berikut:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya salat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 103).

Dalam tayangan bersama Ustadz Sapria Muhammad, ditekankan bahwa mengevaluasi salat bukan hanya tentang jumlah rakaat, melainkan sejauh mana hati ini hadir saat menghadap-Nya. Ketika salat diperbaiki, Allah SWT akan memperbaiki jalan hidup hamba tersebut. Jadikan awal tahun hijriah ini sebagai titik balik perbaikan ibadah ritual kita.

Menilai Keberkahan Rezeki dan Muamalah Harian

Evaluasi tidak boleh berhenti pada ruang sajadah saja, melainkan harus dibawa ke ranah pasar, kantor, dan tempat kita mencari nafkah. Sahabat MQ, dari mana rezeki diperoleh dan ke mana rezeki tersebut dibelanjakan adalah pertanyaan besar yang akan diajukan di hari kiamat. Memastikan bahwa setiap rupiah yang masuk ke dalam rumah tangga berstatus halal adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. Rezeki yang haram hanya akan menjauhkan keberkahan dan menghalangi terkabulnya doa-doa kita.

Mengenai pertanggungjawaban harta ini, Rasulullah SAW memberikan peringatan yang sangat tegas:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ … وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan… dan tentang hartanya dari mana ia peroleh dan ke mana ia infakkan.” (HR. Tirmidzi).

Keberkahan hidup sangat dipengaruhi oleh kesucian harta yang dikonsumsi oleh diri dan keluarga. Melalui evaluasi di bulan Muharam, mari bersihkan sistem keuangan kita dari unsur-unsur yang meragukan atau syubhat, apalagi yang jelas-jelas riba. Harta yang sedikit namun berkah jauh lebih menyelamatkan daripada harta melimpah yang membawa murka-Nya.

Memperbaiki Pola Interaksi Sosial dan Akhlak Sesama

Hal ketiga yang tidak kalah penting untuk dievaluasi adalah bagaimana hubungan horizontal kita dengan sesama manusia, mulai dari orang tua, pasangan, anak, hingga tetangga. Sering kali, kesalehan pribadi tidak diimbangi dengan kesalehan sosial, sehingga memunculkan gesekan dan sakit hati di lingkungan sekitar. Sahabat MQ, keluhuran akhlak adalah timbangan terberat seorang Mukmin di akhirat kelak, sehingga hubungan baik dengan sesama harus selalu dijaga.

Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk selalu bertutur kata yang baik kepada sesama manusia:

وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

“Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia.” (QS. Al-Baqarah: 83).

Akhlak yang baik adalah cerminan dari iman yang menghujam kuat di dalam dada seseorang. Mari manfaatkan bulan Muharam ini untuk meminta maaf atas kesalahan masa lalu dan menyambung kembali tali silaturahmi yang sempat renggang. Kedamaian hidup akan tercipta saat hubungan dengan Pencipta dan makhluk-Nya berada dalam keselarasan yang indah.