Bahaya Menyelisihi Sunnah dan Jalan Para Sahabat

Sahabat MQ, iman saja terkadang belum cukup untuk menjamin kita langsung masuk surga tanpa hisab. Salah satu penyebab seseorang terancam siksa neraka terlebih dahulu adalah karena ia beragama tanpa dalil atau sengaja mengikuti jalan yang menyimpang dari ajaran Rasulullah dan para sahabatnya.

Allah mengingatkan dalam Surat An-Nisa ayat 115:

وَمَنْ يُّشَاقِقِ الرَّسُوْلَ مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدٰى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيْلِ الْمُؤْمِنِيْنَ نُوَلِّهٖ مَا تَوَلّٰى وَنُصْلِهٖ جَهَنَّمَۗ

Artinya: “Dan barang siapa menentang Rasul setelah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan… dan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam.”

Fenomena “Jahannamiyyun”: Mantan Penghuni Neraka

Ada sebuah golongan yang disebut sebagai Jahannamiyyun. Sahabat MQ, mereka adalah orang-orang yang masih memiliki iman sebesar biji sawi namun harus merasakan panasnya jahanam karena dosa-dosa yang belum terampuni. Setelah bersih dari dosa melalui siksaan, barulah mereka dikeluarkan dan dimasukkan ke surga.

Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Akan keluar dari neraka sekelompok orang dengan syafaat Muhammad, akhirnya mereka masuk surga dan digelari sebagai ‘Jahannamiyyun’.” (HR. Bukhari).

Tanda Khusus di Dahi Penghuni Surga Terakhir

Meskipun akhirnya masuk surga, Sahabat MQ, para mantan penghuni neraka ini memiliki tanda khusus di keningnya. Hal ini menjadi pembeda antara mereka yang masuk surga secara langsung dengan mereka yang harus melalui “proses pembersihan” di neraka. Tanda ini akan hilang seiring dengan rahmat Allah yang menyempurnakan rupa mereka.

Beruntunglah mereka yang masih memiliki tauhid, karena Allah memerintahkan malaikat:

“Keluarkanlah dari neraka orang yang di dalam hatinya terdapat iman seberat biji sawi.” (HR. Bukhari). Ini adalah bukti bahwa tauhid adalah harta paling berharga bagi seorang hamba.