MQFMNETWORK.COM – Bandung, Presiden Prabowo Subianto membuat pernyataan mengejutkan saat melakukan konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka. Prabowo menyampaikan Indonesia siap menjalin hubungan diplomatik dengan Israel begitu negara Palestina diakui oleh negeri Zionis. Ucapan prabowo ini menjadi sorotan baik di dalam negeri maupun luar negeri. Sebab, selama ini indonesia menolak mentah-mentah isu menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
Meski Indonesia kerap menegaskan mendukung solusi dua negara (two state solution) dalam penyelesaian konflik israel-palestina, menjalin hubungan resmi dengan Tel Aviv tampak bukan menjadi perhatian. Pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berulang kali menegaskan bahwa RI tidak pernah berniat menjalin hubungan diplomatik dengan negeri Zionis. Pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga sudah berjanji tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri bahkan dengan lantang menolak untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel sesuai amanah konstitusi dan konferensi Asia-Afrika di Bandung 1955. Presiden pertama RI, Soekarno, bahkan terus memperjuangkan kemerdekaan palestina di berbagai misi perdamaian. Soekarno menentang keras kolonialisme dan imperialisme yang dilakukan Israel terhadap Palestina.
Pengamat hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah, pernyataan Prabowo mengenai kesiapan RI rujuk dengan Israel tampaknya sebuah hipotetis. Sebab, prospek kemerdekaan Palestina sendiri sangat sulit diwujudkan. Rezasyah menilai ucapan Prabowo mengenai normalisasi dengan Israel ini berpotensi membuat banyak negara tercengang dengan Indonesia. Negara-negara di dunia, menurutnya, kemungkinan akan menjadwalkan konsultasi secara mendalam dengan Prabowo guna memahami landasan filosofis dan strategis Indonesia. Dirinya mewanti-wanti pemerintah agar menolak langkah-langkah Israel yang kemungkinan dimunculkan di masa depan.
Pengamat Timur Tengah Universitas Indonesia dan Direktur Eksekutif Inmind Institute, Yon Machmudi, Ph.D mengatakan, fokus utamnya adalah bagaimana Negara Palestina dapat merdeka. Tentunya harus mempertimbangkan kesepakatan sesuai hukum Internasional yang berlaku. Karena dengan memperjuangkan kemerdekaan Palestina, maka jalur diplomatik hubungan Indonesia dan Palestina akan lebih baik dan juga mengokohkan posisi Indonesia untuk berpihak kepada Palestina.
Program: Bincang Sudut Pandang Narasumber: Pengamat Timur Tengah Universitas Indonesia dan Direktur Eksekutif Inmind Institute, Yon Machmudi, Ph.D
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.