Hati yang Jauh dari Allah

Banyak orang merasa hidupnya gelisah, padahal secara materi sudah cukup. Hal ini sering terjadi karena hati tidak terhubung dengan Allah. Ketika hati kosong dari dzikir, maka kegelisahan mudah masuk tanpa diundang.

Ketenteraman sejati bukan berasal dari harta atau jabatan, melainkan dari kedekatan dengan Allah. Semakin seseorang jauh dari-Nya, semakin besar potensi kegelisahan yang dirasakan.

Inilah sebabnya, memperbaiki hati menjadi langkah utama sebelum memperbaiki kehidupan dunia.

QS. Ar-Ra’d: 28 Artinya: “Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”

Terlalu Cinta Dunia

Cinta dunia berlebihan membuat manusia lupa tujuan hidupnya. Segala sesuatu diukur dengan materi, hingga akhirat terabaikan.

Padahal dunia hanyalah tempat singgah sementara. Ketika hati terlalu terpaut padanya, maka rasa takut kehilangan akan selalu menghantui.

Inilah yang menyebabkan hidup terasa berat meskipun terlihat sukses.

Kurangnya Rasa Syukur

Tidak bersyukur membuat nikmat terasa kurang. Orang yang tidak bersyukur akan selalu melihat kekurangan dibanding kelebihan.

Padahal, dengan bersyukur, Allah akan menambah nikmat yang ada. Sebaliknya, kufur nikmat bisa menjadi sebab hilangnya keberkahan.

Rasa syukur adalah kunci kebahagiaan yang sering diremehkan.

QS. Ibrahim: 7 Artinya “Jika kamu bersyukur, pasti Aku tambah nikmatmu.”

HR. Muslim Artinya: “Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin…”