Bahaya Distraksi Visual dari Pakaian
Pernahkah Sahabat MQ merasa teralihkan fokusnya karena membaca tulisan atau melihat gambar di baju orang yang sholat di depan? Inilah alasan mengapa menggunakan pakaian yang terlalu banyak motif, tulisan, atau gambar hukumnya makruh. Ustadz Mulyadi menjelaskan bahwa sholat membutuhkan ketenangan visual agar pikiran tidak melayang memikirkan arti gambar atau tulisan tersebut.
Rasulullah SAW sendiri pernah meminta agar pakaian yang memiliki motif yang mencolok disingkirkan karena sempat mengganggu konsentrasi beliau. Sahabat MQ sebaiknya memilih pakaian yang polos dan bersih saat menghadap Allah. Kesederhanaan dalam berpakaian justru membantu kita dan orang di sekitar untuk lebih meresapi setiap bacaan sholat tanpa gangguan mata.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda setelah melaksanakan sholat dengan pakaian yang bermotif:
اذْهَبُوا بِخَمِيصَتِي هَذِهِ إِلَى أَبِي جَهْمٍ وَأْتُونِي بِأَنْبِجَانِيَّةِ أَبِي جَهْمٍ فَإِنَّهَا أَلْهَتْنِي آنِفًا عَنْ صَلَاتِي
Artinya: “Bawalah baju khamisah (bermotif) ini kepada Abu Jaham dan bawakanlah untukku baju anbijaniyah (polos) milik Abu Jaham, karena baju ini baru saja mengganggu konsentrasi sholatku.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Menghindari Tulisan yang Mencuri Perhatian
Di era modern ini, banyak Sahabat MQ yang gemar memakai kaos dengan kutipan atau logo merek yang besar. Meski secara hukum sholatnya tetap sah, namun hal ini dapat “mencuri” kekhusyukan jamaah lain yang berada di belakang. Adab yang baik adalah memastikan pakaian kita tidak menjadi sebab orang lain kehilangan fokus ibadahnya kepada Allah SWT.
Ustadz Mulyadi mengingatkan bahwa sholat adalah momen kita menghambakan diri, bukan ajang pamer mode. Jika pakaian yang kita kenakan membuat orang lain malah asyik membaca pantun atau melihat logo di punggung kita, maka nilai pahala berjamaah bisa berkurang. Sahabat MQ, mari kita saling menjaga dengan menggunakan pakaian yang paling sopan dan minimalis saat ke masjid.
Allah SWT mencintai keindahan, namun keindahan dalam sholat adalah keindahan yang membawa ketenangan, bukan kegaduhan visual. Sebagaimana diperintahkan untuk memakai perhiasan (pakaian terbaik) ke masjid, maka pakaian terbaik adalah yang paling mendukung kekhusyukan. Pilihlah warna-warna yang teduh dan bahan yang nyaman agar Sahabat MQ bisa berlama-lama berkomunikasi dengan Sang Khalik.
Menata Tempat Sholat yang Minim Ornamen
Selain pakaian, lingkungan sekitar tempat kita sujud juga perlu diperhatikan. Ustadz Mulyadi menyarankan agar di arah kiblat tidak terdapat banyak gambar, foto, atau dekorasi yang mencolok. Sahabat MQ yang terbiasa sholat di rumah bisa mengatur satu pojok ruangan yang bersih dari distraksi agar mata tidak “berkeliling” melihat hiasan dinding saat sedang berdiri tegak.
Hal ini bertujuan agar seluruh panca indra kita selaras menuju satu titik pengabdian. Ketika gangguan visual berhasil diminimalisir, maka pintu hati akan lebih mudah terbuka untuk merasakan kehadiran rahmat Allah. Sahabat MQ, ingatlah bahwa setiap gangguan yang kita singkirkan adalah bentuk perjuangan kita untuk meraih derajat sholat yang mabrur.
Mari kita mulai mengevaluasi kembali perlengkapan sholat kita, mulai dari sajadah hingga pakaian. Pilihlah yang paling sederhana namun tetap bersih dan wangi. Dengan meminimalkan hal-hal makruh dari sisi penampilan, Sahabat MQ selangkah lebih dekat menuju sholat yang lebih berkualitas dan penuh dengan limpahan cahaya hidayah dari Allah SWT.