Sahabat MQ, terkadang kita merasa lebih nyaman menyingsingkan lengan baju sebelum memulai shalat. Namun, secara hukum hal ini termasuk makruh karena menghalangi pakaian ikut bersujud bersama kita. Sebaiknya biarkan pakaian dalam kondisi terjuntai rapi tanpa perlu diikat atau digulung secara sengaja demi estetika semata. Sahabat MQ Menyingsingkan, melipat, atau menggulung lengan baju dan celana sebelum shalat hukumnya makruh (dibenci/tidak disukai) menurut kesepakatan ulama. Berdasarkan hadits Nabi ﷺ, umat Muslim dilarang mengumpulkan atau melipat pakaian saat shalat agar sujud lebih sempurna. Dianjurkan mengurai kembali pakaian sebelum takbir agar shalat lebih sempurna. Rasulullah ﷺ bersabda, “…dan janganlah kita mengumpulkan pakaian dan rambut” (HR. Bukhari dan Muslim).
Menahan Rambut dan Pakaian yang Menghalangi Sujud
Saat sujud, biarkanlah dahi menyentuh tempat sujud dengan sempurna tanpa terhalang oleh kain yang sengaja ditata berlebihan. Rasulullah SAW melarang kita untuk menguncir rambut atau melipat pakaian saat shalat agar seluruh bagian tubuh merasaka ketaatan. Kerendahan hati di hadapan Allah tercermin dari kesediaan kita untuk membiarkan segala atribut duniawi tunduk kepada-Nya. Sahabat MQ Larangan menahan atau menggulung rambut dan pakaian saat sujud didasarkan pada hadits Shahih Bukhari & Muslim. Tujuannya agar anggota sujud (terutama dahi) menempel sempurna ke tempat sujud tanpa penghalang. Meski sebagian ulama menyebutnya makruh, jika rambut/pakaian menghalangi dahi, disarankan mengaturnya agar tidak menghambat sujud. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh anggota badan, dan tidak menahan (menggulung) rambut dan pakaian.”
(HR. Shahih Bukhari dan Shahih Muslim)
Hadist Tentang Kesempurnaan Gerakan Sujud
Sahabat MQ eutamaan sujud yang agung ini dikarenakan sujud merupakan sikap merendahkan diri yang utuh dan ‘ubudiyah (penghambaan diri) yang sempurna kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala. Juga pada saat ini seorang hamba meletakkan dan menempelkan anggota tubuhnya yang paling mulia dan yang paling tinggi, yaitu wajahnya ke permukaan tanah yang selalu diinjak dan dihinakan, dalam rangka beribadah dan merendahkan diri kepada Allâh Azza wa Jalla. Kedisiplinan dalam menjaga pakaian ini selaras dengan perintah Nabi SAW untuk bersujud pada tujuh anggota badan. Beliau bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
Artinya: “Aku diperintahkan untuk bersujud di atas tujuh tulang dan agar tidak menyibakkan (menahan) pakaian maupun rambut.”
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.