Pasukan Iblis yang Dikerahkan Setiap Kali Azan Berkumandang
Pernahkah Anda merasa baru saja bertakbir, namun tiba-tiba sudah salam tanpa mengingat apa yang dibaca? Atau merasa sangat malas tepat saat azan berkumandang? Dalam kajian “Inspirasi Malam” di MQFM, Ustadz Sapria Muhammad mengingatkan bahwa shalat adalah target utama Iblis. Shalat yang “rusak” bukan hanya tidak bernilai pahala, tetapi juga gagal menjadi benteng akhlak bagi pelakunya.
Menurut kitab Tanbihul Ghaofilin yang dibahas Ustadz Sapria, saat waktu shalat tiba, Iblis memerintahkan pasukannya untuk menyebar. Senjata pertama mereka adalah Penyibukan Duniawi. Iblis tidak ingin Anda shalat di awal waktu. Syaitan akan membuat hal-hal kecil seperti piring kotor, laporan kerja, atau obrolan di media sosial terasa jauh lebih mendesak daripada panggilan Allah. Jika kita menyerah pada kesibukan ini, shalat kita akan kehilangan keberkahannya karena dilakukan di sisa-sisa waktu yang sempit.
Bahaya “Shalat Patas” yang Tidak Sempurna Gerakannya
Jika syaitan gagal menghalangi Anda untuk shalat, mereka akan beralih ke senjata kedua: Merusak Rukun. Iblis akan “menggelitik” Anda agar ingin cepat selesai. Akibatnya, rukuk tidak sempurna, sujud terburu-buru, dan tidak ada tumaninah (ketenangan). Ustadz menegaskan bahwa shalat yang dilakukan seperti “ayam mematuk makanan” (terlalu cepat) berisiko tidak sah. Tanpa gerakan yang benar sesuai kaidah fiqih, shalat tersebut hanyalah gerakan fisik kosong yang tidak akan memberikan ketenangan batin.
Allah SWT mengingatkan betapa pentingnya kesadaran penuh dalam beribadah agar shalat tersebut tidak sia-sia:
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ
Artinya: “Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Ma’un: 4-5)
Cara Menangkis “Asgholud Dunya” (Gangguan Pikiran)
Senjata terakhir Iblis adalah memenuhi hati kita dengan urusan dunia tepat saat kita berdiri di hadapan Allah. Syaitan membawa urusan hobi, pekerjaan, hingga masalah keluarga masuk ke dalam dada. Tips dari Ustadz Sapria agar pikiran tetap fokus adalah dengan melafazkan bacaan shalat agar terdengar oleh telinga sendiri. Jangan membaca di dalam hati, karena itu adalah pintu masuk utama lamunan. Ketika lisan bergerak dan telinga mendengar, maka hati akan dipaksa untuk hadir (khudur) bersama Allah.
Mengenai gangguan syaitan dalam shalat, Rasulullah SAW memberikan peringatan agar kita waspada terhadap shalat yang “dicuri” oleh syaitan:
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الِالْتِفَاتِ فِي الصَّلَاةِ فَقَالَ: هُوَ اخْتِطَافٌ يَخْتَطِفُهُ الشَّيْطَانُ مِنْ صَلَاةِ الْعَبْدِ
Artinya: “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang menoleh (tidak fokus) dalam shalat. Beliau bersabda: Itu adalah pencurian yang dilakukan syaitan terhadap shalat seorang hamba.” (HR. Bukhari)