Muslimah Siluet

Sahabat MQ Ummu Ruman bernama asli Zainab binti Amir bin Uwaimir bin Abdi Syams bin ‘Iqab bin Uzainah bin Sabi bin Duhman bin Al-Harits bin Ghanam bin Malik bin Kinanah yang merupakan ibunda dari Aisyah RA. Ummu Ruman merupakan seorang wanita dari Bani Firosh dari Bani Ghanam. Pelajaran pertama yang harus kita ambil adalah kita harus memperhatikan, menyusuri silsilah kita, karena bisa jadi kelak kita di pertemukan dengan saudara atau jodoh kita dari kakek generasi ke 4 dan lainnya, dan mengeratkan kekeluargaan. Sehingga kita harus menjaga nasab, harus terpacu untuk menyusuri silsilah kita.

Sebelum islam datang Ummu Ruman menikah dengan Abdullah bin Harits dan tinggal di luar Mekah serta memiliki anak yang bernama Thufail, kemudian Ummu Ruman dan suaminya hijrah ke Mekkah, namun zaman dulu ketika akan pergi ke suatu tempat atau luar kota maka memerlukan sekutu atau kafilah untuk menjamin keselamatan yang harus dari penduduk asli kota tersebut. Kala itu akhirnya Abdullah berkafil dengan Abu Bakar yang pada akhirnya menjadi suami dari Ummu Ruman ketika Abdullah sudah wafat.

Pernikahan Abu Bakar dengan Ummu Ruman di karuniai Abdurahman dan Aisyah. Abu Bakar mempunyai anak dari istri pertama yaitu Asma dan Abdullah. Ketika Abu Bakar memeluk islam pertama kali Ummu Ruman langsung memeluk islam. Ummu Ruman sering melayani Ummat di rumah Arqam bin Abil Arqam tempat mengaji pertama Rasulullah bersama para sahabat. Beliau selalu membuka pintu rumah nya lebar-lebar untuk Rasulullah dan para sahabat dan menyambutnya ketika mengunjungi Abu Bakar untuk bermusyawarah dalam berdakwah.

Ummu Ruman totalitas dalam membantu dakwah Rasulullah SAW, beliau juga terkenal sebagai seseorang yang lemah lembut, yang totalitas jadi istri, ibu, dan mertua bagi Rasulullah SAW. Ummu Ruman menjadi perempuan istimewa sejak awal sejarah islam. Ummu Ruman adalah orang yang mengingatkan Abu Bakar untuk memberikan Aisyah kepada Rasulullah. Sehingga penting sekali untuk kita saling mengingatkan dalam ketaatan dengan pasangan dan keluarga. Ketika Rasulullah memilih Abu Bakar untuk menemaninya hijrah dan meninggalkan istri serta anak-anaknya di Mekkah, Ummu Ruman tidak takut ditinggal oleh suaminya hijrah lebih dulu.

Ummu Ruman Adalah Istri Dan Ibu Yang Mampu Memberikan Ketenangan.
Ketika ada Fitnah Haditsul Ifki yang menimpa anak nya yaitu Aisyah, Ummu Ruman tidak banyak berbicara tidak banyak cerita, ia menenangkan Aisyah, ia tidak langsung bicara tentang kebingungan dan gosip yang menimpa anaknya. Aisyah di hibur oleh Ummu Ruman, ia menenangkan ketika anaknya marah, dan tidak menyalahkan menantunya. Ummu Ruman tercatat dalam kebahagiaan serta ujian rumah tangga Rasulullah. Ummu Ruman tangguh keimanan nya, tidak ada keraguan pada risalah yang di bawa Rasulullah.

Ummu Ruman Wafat Pada Tahun Ke 6 Hijriah
Rasulullah berkata barang siapa ingin melihat bidadari bermata jeli maka lihatlah yaitu Ummu Ruman. Pelajaran yang bisa kita ambil dari Ummu Ruman adalah seorang istri harus all out dalam ketaatan kepada suami, all out sebagai seorang ibu, mampu menegakan kebenaran dan tidak membela dalam kondisi salah, serta mendoakan suami dan anak-anak.Keteguhan dalam ketatan, kemuliaan akhlak, keimanan kepada Allah dan Rasulnya, istiqomah dalam kelembutan dan tidak banyak bicara yang tidak penting juga patut kita teladani dari Ummu Ruman.

Program: Inspirasi Keluarga – Sekolah Ibu
Narasumber: Ustadzah Erika Suryani Dewi, Lc., MA.
Penyiar: Asila Ghania