Dalam kajian MQ Pagi, Dr. Asep Hermana menekankan pentingnya pembagian ruang lambung secara proporsional. Beliau memaparkan secara medis bahwa pengosongan lambung akan lebih optimal jika kita menyisakan ruang bagi udara. Hal ini sejalan dengan prinsip kedokteran modern yang mencegah terjadinya distensi lambung yang menyakitkan.
Bahaya Makan Berlebihan bagi Katup Kerongkongan
Ketika kita makan hingga terlalu kenyang, katup antara kerongkongan dan lambung (LES) akan melemah. Dr. Asep menjelaskan bahwa pola makan Nabi yang sederhana dan terukur secara otomatis menjaga kekuatan otot katup ini. Inilah alasan mengapa para sahabat Nabi jarang sekali mengeluhkan penyakit pencernaan berat.
Menu Sarapan Terbaik Menurut Sunnah dan Medis
Bukan gorengan atau makanan berat, Nabi memulai harinya dengan sesuatu yang ringan dan menenangkan lambung. Dr. Asep menyarankan penggunaan madu atau kurma yang dilarutkan dalam air (nabeez) sebagai pelapis lambung yang alami sebelum menerima beban makanan yang lebih berat di siang hari.
Artinya: “…Maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk napasnya.”
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.