Korelasi Hasad dengan Penyempitan Aliran Darah Otak
Sifat hasad atau dengki membuat seseorang selalu berada dalam kondisi emosional yang tidak stabil setiap kali melihat pencapaian orang lain. Gejolak emosi ini memicu pelepasan zat kimia saraf yang dapat mempercepat pembentukan plak pada dinding pembuluh darah. Jika plak ini menyumbat aliran darah menuju otak, maka risiko serangan stroke tinggal menunggu waktu saja.
Kesehatan otak sangat bergantung pada ketenangan pikiran dan pasokan oksigen yang dibawa oleh darah tanpa hambatan. Hasad merampas ketenangan tersebut dan menggantinya dengan kecemasan serta rasa tidak puas yang membakar energi tubuh. Sungguh sebuah kerugian besar ketika kesehatan fisik dikorbankan demi memikirkan nikmat yang ada pada orang lain.
Nabi ﷺ melarang keras umatnya untuk saling mendengki karena dampaknya yang merusak persaudaraan sekaligus merusak kedamaian diri. Beliau ﷺ bersabda:
لَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
“Janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling membelakangi, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari).
Bagaimana Rasa Tidak Puas Menghancurkan Keseimbangan Fisik
Hati yang dipenuhi rasa dengki tidak akan pernah merasakan kepuasan atas apa yang sudah dimiliki saat ini. Fokus hidupnya teralihkan untuk membanding-bandingkan diri, yang berujung pada rasa stres eksistensial yang mendalam. Stres jenis ini mengubah pola makan, pola tidur, dan metabolisme tubuh secara keseluruhan menjadi berantakan.
Saat tubuh kehilangan keseimbangan akibat pikiran yang kacau, organ-organ vital seperti hati dan ginjal bekerja lebih berat untuk menetralkan racun emosional. Tubuh yang lelah secara psikis akan menampakkan wajah yang kusam dan kurang stamina. Kehilangan rasa syukur adalah awal dari runtuhnya benteng pertahanan kesehatan fisik yang paling utama.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan agar manusia tidak silau dan dengki terhadap kelebihan yang diberikan kepada orang lain:
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain.” (QS. An-Nisa: 32).
Sahabat MQ ini beberapa hikmah dari ayat di atas yang bisa diambil untuk Kesehatan fisik:
Secara ringkas, kandungan QS. An-Nisa: 32 dalam kaitannya dengan kesehatan fisik adalah sebagai berikut:
- Mencegah Penyakit Akibat Stres (Psikosomatik): Sifat iri hati dan dengki (hasad) memicu stres kronis. Ketika seseorang terus-menerus merasa iri, tubuh secara konstan melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Dalam jangka panjang, tingginya hormon ini dapat memicu berbagai penyakit fisik, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan jantung, dan melemahnya sistem kekebalan tubuh.
- Menjaga Kualitas Tidur dan Energi Tubuh: Hati yang tidak tenang karena selalu membanding-bandingkan diri dengan orang lain akan menyebabkan gangguan tidur (insomnia). Dengan menjauhi sifat iri, pikiran menjadi tenang, tidur lebih nyenyak, dan tubuh memiliki kesempatan optimal untuk beregenerasi dan memulihkan energi.
- Mendukung Kesehatan Pencernaan: Stres akibat rasa iri juga berdampak langsung pada lambung dan sistem pencernaan (sering disebut gut-brain axis), yang dapat memicu asam lambung tinggi, maag, atau gangguan pencernaan lainnya. Rasa syukurlah yang menjaga keseimbangan ini.
Melarang iri hati berarti menjaga kedamaian mental. Mental yang damai secara langsung menjaga tubuh dari paparan hormon stres yang merusak organ-organ fisik. Bersyukur adalah obat fisik yang paling alami.
Menumbuhkan Rasa Syukur Sebagai Antidote Terbaik dari Hasad
Satu-satunya cara untuk membunuh rasa dengki sebelum ia membunuh fisik adalah dengan menumbuhkan rasa syukur yang mendalam. Menghargai setiap hal kecil yang ada dalam kehidupan saat ini akan mengaktifkan hormon kebahagiaan seperti endorfin dan serotonin. Hormon-hormon inilah yang bertugas memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan menenangkan ketegangan saraf.
Sahabat MQ, melihat ke bawah dalam urusan duniawi adalah tips kesehatan mental terbaik yang pernah diajarkan dalam sejarah manusia. Dengan begitu, hati akan merasa kaya dan tenang, sehingga aliran darah mengalir dengan sangat optimal. Jiwa yang bersyukur adalah aset terbesar bagi raga yang sehat dan panjang umur.
Hal ini sejalan dengan arahan mulia dari Rasulullah ﷺ dalam sebuah hadis sahih:
انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
“Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atasmu, karena hal itu lebih patut agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah atas kalian.” (HR. Muslim).