Sahabat MQ harmonisasi keluarga adalah ba’da akad, atau ketika membina rumah tangga. Karenanya tidak ada hidup bebas dalam islam, semua sudah ada aturannya dengan jelas dan akan dibimbing untuk memaknai rumah tangga yang diridhai Allah SWT. Dalam membina rumah tangga, kita sering kali menderngar kata sakinah. Sakinah sendiri bukan berarti tanpa guncangan, justru dengan adanya guncangan, maka akan muncul harmonisasi.
Menikah itu menggunakan hati, bukan tekanan karena usia, tapi menikah itu karena untuk beribadah. Menghambakan diri pada Allah, bukan pada suami. Jika fokus keluarganya ingin mendapatkan surga maka perhatikan QS Al-Mu’minun, ayat 1-11.
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ٢
Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. (QS. Ar Rum: 21)
فَاِذَا بَلَغْنَ اَجَلَهُنَّ فَاَمْسِكُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ فَارِقُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ وَّاَشْهِدُوْا ذَوَيْ عَدْلٍ مِّنْكُمْ وَاَقِيْمُوا الشَّهَادَةَ لِلّٰهِۗ ذٰلِكُمْ يُوْعَظُ بِهٖ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ەۗ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًاۙ ٢
Apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, rujuklah dengan mereka secara baik atau lepaskanlah mereka secara baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil dari kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Yang demikian itu dinasihatkan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. (QS. At Talaq: 2)
وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا ٣
dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu. (QS. At Talaq: 3)
Karenanya dalam rumah tangga butuh taqwa, tanpa taqwa maka akan terengah-engah. Disamping itu, suami juga jangan sedikit-sedikit mengucap talaq, begitupun istri. Apabila terjadi konflik di dalam rumah tangga, maka tidak untuk diumbar. Dapat dilihat juga dari beberapa kisah para Nabi dan Rasul dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Sehingga rujuan dalam membina rumah tangga adalah kembali melihat upaya-upaya apa saja yang bisa kita teladani dari cara para Nabi dan Rasul membina rumah tangga.
Program: Inspirasi Keluarga – Keluarga Bahagia
Narasumber: Teh Sasa Esa Agustiana