Menjaga Adab dan Batasan Syar’i Menjelang Pernikahan

Tren foto prewedding dengan konsep yang estetik di berbagai sudut kota yang indah kini seolah menjadi agenda wajib bagi calon pengantin. Sahabat MQ diperbolehkan untuk mengabadikan momen kebersamaan tersebut, namun wajib hukumnya untuk tetap menjaga adab-adab Islami. Sangat dilarang keras melakukan kontak fisik atau saling bersentuhan sebelum ikatan suci pernikahan diucapkan secara sah di hadapan penghulu.

Menggunakan pakaian yang menutup aurat secara sempurna dan menjaga pandangan mata adalah benteng utama yang harus diperhatikan oleh para calon mempelai. Banyak fotografer profesional saat ini yang mampu menghasilkan karya yang sangat indah tanpa harus melanggar batasan syariat yang ada. Menjaga kesucian diri sebelum akad merupakan investasi spiritual terbesar untuk mengundang datangnya keberkahan dalam rumah tangga baru.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an mengenai perintah untuk menjaga pandangan:

قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ ۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَعُوْنَ

Artinya: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur: 30).

Memperbanyak Amalan Spiritual Pembuka Pintu Berkah

Langkah strategis yang jauh lebih penting daripada memikirkan kemegahan pesta walimah adalah memperkuat persiapan spiritual secara konsisten. Rumah tangga yang bahagia tidak hanya dibangun di atas pondasi cinta manusia yang fana, melainkan di atas kucuran keberkahan dari langit. Keberkahan tersebut dapat dijemput dengan merutinkan salat tepat waktu, membaca Al-Qur’an bersama, serta memperbanyak selawat dan istigfar.

Memohon pertolongan dan petunjuk Allah melalui salat istikharah akan memantapkan hati dalam mengambil setiap keputusan besar menjelang hari akad. Amalan spiritual yang konsisten akan membersihkan jiwa dari keraguan dan memberikan ketenangan batin dalam menghadapi segala bentuk persiapan yang melelahkan. Jalur langit inilah yang akan menjamin keselamatan dan kebahagiaan sejati hingga ke anak cucu kelak.

Menghindari Sikap Mengumbar Dosa dan Aib Masa Lalu

Dalam proses taaruf dan persiapan nikah, kejujuran memang diperlukan, namun Islam melarang umatnya untuk mengumbar dosa atau aib masa lalu yang telah ditutupi oleh Allah. Sahabat MQ tidak perlu membuka kesalahan yang telah lalu jika tidak ditanyakan secara khusus oleh pihak calon pasangan. Fokuslah pada perbaikan kualitas diri saat ini dan kuatkan tekad untuk menjadi imam atau makmum yang baik.

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda mengenai larangan mengumbar aib diri sendiri yang telah ditutupi oleh Allah:

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ

Artinya: “Setiap umatku dimaafkan (dosanya) kecuali orang-orang yang terang-terangan (menunjukkan dosanya).” (HR. Bukhari).