MQFMNETWORK.COM, Bandung – Peristiwa kebencanaan di Jawa Barat pada awal Januari ini sudah mencapai 60 kejadian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat kejadian tersebut berupa 10 peristiwa banjir, 29 tanah longsor, 17 angin kencang dan 4 kali peristiwa gempa bumi.

Pranata Humas Ahli Muda BPBD Provinsi Jawa Barat, Hadi Rahmat Hardjasasmita, S.Sos, M.M mengungkapkan, bencana masih didominasi bencana hidrometeorologi di awal musim penghujan. Untuk itu, warga diimbau untuk waspada, karena musim hujan akan mengalami puncaknya pada Februari mendatang.

Disampaikannya dalam Bincang Sudut Pandang Radio MQFM Bandung, Kamis pagi (11/1), secara umum sebagian besar wilayah di Jawa Barat yang mengalami titik yang cukup rawan bencana berada di Jawa Barat bagian Tengah dan Selatan. Namun, secara umum menurut Hadi, wilayah rawan bencana tersebut berada di daerah Bandung, Bogor, Cianjur, Sukabumi dan Tasikmalaya.

Curah hujan yang cukup tinggi atau faktor hidrometeorologi mendominasi terjadinya beberapa bencana alam yang kerap kali terjadi di wilayah rawan bencana tersebut. Kejadian banjir di Karawang, pergerakan tanah dan tanah longsor yang terjadi di Purwakarta dan Subang, menunjukan terdapat beberapa titik yang dapat dikategorikan wilayah yang terancam terjadinya bencana. Pihaknya telah menempatkan personel untuk dapat melakukan tanggap darurat bencana di beberapa titik yang telah dipetakan. Hal tersebut untuk memastikan keamanan dan mitigasi yang dilakukan sejauh ini terealisasikan dengan baik.

Faktor curah hujan yang cukup tinggi di awal tahun serta daya dukung alam yang semakin berkurang, Hadi menuturkan hal tersebut menimbulkan banyak kejadian bencana di beberapa wilayah di Jawa Barat. Dengan jumlah sebaran penduduk yang dapat dikatakan besar, hal tersebut menyebabkan Jawa Barat mendukung risiko bencana semakin tinggi.

Disamping itu, alih fungsi lahan menyebabkan luas lahan area resapan semakin berkurang. Masyarakat diharapkan dapat memahami kondisi tempat tinggal masing-masing dan risiko bencana yang dapat muncul di wilayahnya. Hal tersbeut sebagai salah satu langkah untuk melakukan mitigasi bencana di tengah curah hujan yang cukup tinggi saat ini.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak curah hujan di Jawa Barat pada umumnya terjadi hingga dengan bulan Februari mendatang. Namun, untuk wilayah Bandung Raya, curah hujan akan mengalami peningkatan hingga bulan Maret mendatang.

Hadi mengatakan, dengan adanya himbauan tersebut, masyarakat perlu meningkatakan kesiapsiagaan, mengingat curah hujan yang cukup tinggi maka perlu mewasapadai terjadinya pergerakan tanah atau longsor di beberapa wilayah yang rawan seperti halnya di daerah tebing atau lereng gunung.

BPBD Jawa Barat telah melakukan sosialisasi dan mendorong masyrakat untuk dapat memahami potensi bencana di wilayahnya masing-masing. Menurut Hadi, mengingat Jawa Barat sudah memasuki kategori risiko sedang dalam pemetaan indeks kebencanaan, komunikasi kepada aparat kewilayahan dan mitigasi bencana perlu dihadirkan dan perlu dipahami oleh masyarakat agar dapat menyikapi dan menanggulangi bencana dengan lebih baik.


(Reporter : Moch. Dava)