covid

MQFMNETWORK.COM, Bandung – Memasuki awal bulan Juni 2025 kasus covid-19 kembali menjadi sorotan. Pasalnya di sejumlah negara khususnya di Asia, angka persebaran covid-19 mengalami peningkatan, seperti di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Hongkong. Varian covid-19 dominan yang menyebar di sejumlah negara seperti varian XEC dan JN.1 di Thailand, di Singapura IF.7 dan NB.1.8 (turunan JN.1), di Hongkong JN.1 dan di Malaysia adalah XEC (turunan J.1). Kendati di sejumlah negara Asia tinggi penyebaran, transmisi penularan dan angka kematian akibat covid-19 di Indonesia masih tergolong rendah.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan, Aji Mulawarman mengatakan, data Kemenkes sepanjang 2025 terkait covid-19. Dari 2.160 spesimen yang diperiksa, 72 kasus di antaranya positif covid-19. Dirinya menjelaskan, kenaikan kasus tercatat di Januari 2025 kemudian menurun mulai April. Angkanya perlahan naik di pekan ke-17 hingga pekan ke-19 dengan positivity rate 3,62 persen.

Perlu diketahui, Surat Edaran Kemenkes berisi sembilan arahan yang ditujukan kepada Dinas Kesehatan, UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan, UPT Bidang Laboratorium Kesehatan Masyarakat, Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Adapun beberapa poin penting dari Surat Edaran tersebut antara lain:

  1. Menggunakan masker di fasilitas kesehatan dan tempat umum tertutup, terutama bagi yang sedang sakit atau memiliki risiko tinggi
  2. Melengkapi vaksinasi covid-19 sesuai rekomendasi terbaru, termasuk booster
  3. Menghindari keramaian jika sedang tidak sehat
  4. Menjaga kebersihan tangan dan etika batuk
  5. Memperkuat surveilans dan pelaporan kasus oleh fasilitas kesehatan

Karakteristik varian baru dan risiko kesehatan subvarian JN.1 yang saat ini dominan diketahui lebih cepat menyebar dibandingkan varian sebelumnya. Namun, sebagian besar kasus bersifat ringan hingga sedang, terutama pada orang yang sudah divaksin. Meski demikian, kelompok lansia, balita, dan penderita komorbid tetap menjadi kelompok yang perlu dilindungi lebih ekstra.

Gejala khas varian baru ini antara lain:

  1. Demam ringan
  2. Batuk kering
  3. Tenggorokan gatal
  4. Kelelahan
  5. Kadang disertai nyeri otot dan hidung tersumbat

Gejala bisa sangat mirip dengan flu biasa, sehingga banyak kasus tidak terdeteksi tanpa tes. Karena itu, penting untuk tetap menjaga etika kesehatan pribadi, terutama jika berinteraksi dengan kelompok rentan. Efektivitas vaksin dan anjuran booster, vaksinasi masih menjadi senjata utama dalam menekan dampak covid-19. Meski varian terus berubah, vaksin yang ada terutama booster terbaru masih memberikan perlindungan signifikan terhadap gejala berat dan kematian. Pemerintah melalui SE Kemenkes juga menyarankan masyarakat yang belum menerima vaksin booster sesuai jadwal untuk segera melengkapi, terutama bagi kelompok berisiko tinggi.

Kesiapan sistem kesehatan dan peran masyarakat sistem kesehatan indonesia kini lebih siap dibanding masa awal pandemi. Ketersediaan ruang isolasi, alat pelindung diri, dan tenaga medis sudah jauh membaik. Namun, kesiapan ini tetap harus dibarengi dengan kewaspadaan dari masyarakat.

Program: Bincang Sudut Pandang
Narasumber: Dosen Epidemiologi dan Ketua Ketua Research Center on Global Emerging and Reemerging Infectious Disease Lembaga Penyakit Tropis Unair, Laura Navika Yamani, S.Si., M.Si., Ph.D.