muslimah

Sahabat MQ jika kita mendengar sahabat laki-laki yang terkenal meriwayatkan hadits adalah Abu Hurairah, Abdullah bin Umar, Anas bin Malik, Ibnu Abbas sepupu Rasul, Jabir bin Abdullah, namun dikalangan Shahabiyah salah satunya ada Ummu Hisyam bin Haritsah, dan yang lainnya. Ummu Hisyam binti Haritsah adalah sosok yang sangat dikenal para sahabat, pejuang perempuan putri Haritsah bin Numan yang termasuk golongan Assabiqunal Awwalun. Kedekatan dengan Rasulullah di mulai dari kakeknya Nu’man, ayahnya Haritsah dan Ummu Hisyam.

Ummu Hisyam adalah perempuan yang punya semangat tinggi dalam mencari ilmu, cerdas, hafidzah, beliau dan keluarganya berhidmat ketika awal Rasulullah ke Madinah, yang menyediakan tempat untuk para sahabat yang hijrah dan memberikan tanah serta rumah kepada Rasulullah SAW. Di tahun ke 6, Rasulullah mengajak 1400 orang Madinah untuk umroh di tahun ke 6 hijriah dan salah satunya adalah Ummu Hisyam.

Ummu Hisyam sososk ulama perempuan, yg masuk pada peristiwa Baiatu Ridwan di bawah pohon dekat Mekkah. Sosok perempuan yang taat dan selalu membela Rasulullah SAW, semangat menpelajari islam dan tidak mudah menyerah dalam menghafalkan Al Quran dan Hadits. Haritsah sudah menerima hidayah dari sebelum Rasulullah hijrah ke madinah, rumah Haritsah dan Rasulullah berdekatan, keluarga Haritsah selalu menjaga Rasulullah, bahkan dapur Rasulullah dan Haritsah menjadi satu. Rasul pernah bermimpi masuk surga dan mendengar Haritsah membaca quran.

Balasan berbakti kepada orang yang lebih tua, Haritsah menyambut orang Makkah yang hijrah ke Madinah, dan menjamunya. Ummu Hisyam orang yang sangat cerdas sehingga bisa menghafalkan surah Qaf dari bacaan Rasulullah ketika sholat Jumat dan sholat Subuh. Ummu Hisyam di sebut perawi 10 hadits, hadits yang dipercaya ada syaratnya yaitu harus tersambung sampai pada Rasulullah, dan hadits yang di riwayatkan oleh Ummu Hisyam memenuhi syarat. Keluarga Haritsah adalah keluarga mulia yang masuk islam sebelum hijrah ke Madinah, orang kaya, dan terdidik. Apapun yang dibutuhkan Rasulullah mereka menjadi orang terdepan yang memenuhi kebutuhan Rasulullah.

Apa yang harus kita teladani dari Ummu Hisyam?

  1. Menyampaikan ayat dan hadits, yang artinya bisa menyampaikan kebenaran sesuai dengan kemampuan, dengan perbuatan, dengan lisan ataupun dengan hati.
  2. Semangat dalam belajar, teruslah belajar karena belajar bisa dari mana saja dan belajar menjadi bentuk ikhtiar untuk mendapatkan pahala, mendapatkan ridha dari Allah.
  3. Lakukan apa yang bisa dilakukan sesuai dengan peran, sesuai dengan kemampuan dan niat kan untuk mencari ridha Allah.

Maka semua dari kita harus berilmu tidak boleh awam, karena jika tidak punya ilmu bagaimana akan mendidik anak-anak? Namun jika kita tidak mampu mendidik anak-anak, maka kita bisa menitipkan pada lembaga atau orang-orang yang mampu mendidik dengan baik dan benar. Keutamaan orang yang berilmu dibanding orang yang ahli ibadah, seperti bulan di banding bintang, karena banyak yang ibadah tanpa ilmu, yang tinggi derajatnya adalah ahli ibadah yang berilmu. Titik akhir nya semua ilmu yang kita cari atau kita dapatkan adalah untuk ma’rifatullah.

Program: Inpirasi Keluarga – Sekolah Ibu
Narasumber: Ustadzah Erika Suryani Dewi, Lc., MA.
Penyiar: Asila Ghania