Sahabat MQ Kebahagiaan merupakan anugerah yang dicari oleh setiap individu,  kebahagiaan adalah keadaan batin yang penuh dengan rasa puas dan syukur, sebuah perasaan yang muncul ketika kita merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Dalam pandangan syariat Islam, kebahagiaan itu lebih mendalam dan terkait erat dengan qana’ah (rasa cukup) yang disertai dengan rasa syukur kepada Allah SWT. Dengan kata lain, kebahagiaan yang sejati berawal dari hati yang merasakan kedamaian dan kepuasan terhadap segala nikmat yang diberikan-Nya.

Kebahagiaan dalam Islam bukan hanya tentang mencapai tujuan hidup di dunia, melainkan juga mencakup pencapaian kebahagiaan yang hakiki di akhirat. Dalam Q.S. At-Taubah ayat 20, Allah SWT berfirman:

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۙ اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللّٰهِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ ۝٢٠

Artinya: “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka lebih agung derajatnya di hadapan Allah. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Ayat ini mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati datang dari iman yang kokoh, hijrah menuju kebaikan, serta perjuangan di jalan Allah. Orang yang bahagia menurut Islam adalah orang yang memiliki iman yang kuat, mampu mengendalikan nafsu dan keinginan duniawi, serta terus berjuang di jalan Allah untuk mencapai ridha-Nya.

Ketika kita berbicara tentang kebahagiaan, terutama dalam konteks keluarga, maka kebahagiaan itu juga harus dijadikan sebagai tujuan bersama. Kebahagiaan dalam keluarga bukanlah sekadar soal materi atau kesenangan dunia, melainkan tentang membangun hubungan yang penuh kasih sayang, pengertian, dan syukur atas segala nikmat yang ada. Di dalam keluarga, saling mendukung untuk mengendalikan keinginan dan menjaga ketenangan batin menjadi momen yang sangat membahagiakan.

Langkah pertama menuju kebahagiaan adalah dengan memperbaiki mindset atau pola pikir kita. Banyak orang yang berpikir bahwa kebahagiaan berasal dari hal-hal luar biasa atau pencapaian materi. Padahal, kebahagiaan itu lebih terkait dengan bagaimana kita melihat dan menyikapi kehidupan ini. Dalam Islam, kebahagiaan sejati bukan hanya ditemukan pada kesenangan duniawi, tetapi juga pada kesungguhan dalam menjalani kehidupan sesuai dengan prinsip-prinsip agama.

Kebahagiaan dalam keluarga juga dapat diwujudkan melalui hal-hal yang sederhana, seperti memberikan senyuman yang tulus, menciptakan suasana yang cerah, dan mengucapkan kata-kata yang baik. Saat kita menghadirkan keceriaan dan menyampaikan kalimat-kalimat positif kepada anggota keluarga, itu adalah bentuk kebahagiaan yang bisa langsung dirasakan. Menciptakan atmosfer yang penuh dengan kasih sayang dan saling menghargai adalah kunci untuk kebahagiaan bersama.

Selain memperbaiki mindset, kebahagiaan yang hakiki datang dari keyakinan bahwa hidup ini memiliki tujuan yang lebih besar, yaitu untuk mendapatkan ridha Allah SWT dan kebahagiaan di akhirat. Dalam Q.S. At-Taubah ayat 21, Allah SWT berfirman:

يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِّنْهُ وَرِضْوَانٍ وَّجَنّٰتٍ لَّهُمْ فِيْهَا نَعِيْمٌ مُّقِيْمٌۙ ۝٢١

Artinya: “Tuhan mereka memberi kabar gembira kepada mereka dengan rahmat dari-Nya, dan keridaan serta surga-surga. Bagi mereka kesenangan yang kekal di dalamnya.”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan yang sejati bukan hanya terbatas pada kehidupan dunia. Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika kita memperoleh rahmat dan keridhaan Allah, serta mendapatkan tempat yang mulia di surga-Nya. Dengan menjaga iman, berusaha hijrah menuju kebaikan, dan berjuang di jalan Allah, kebahagiaan yang kekal akan tercapai. Inilah kebahagiaan yang tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga di akhirat kelak.

Keluarga adalah tempat pertama di mana kebahagiaan itu harus dimulai. Jika kita ingin merasakan kebahagiaan yang sejati, kita perlu menciptakan suasana yang penuh kasih sayang dan saling menghormati dalam keluarga. Kebahagiaan keluarga bukan datang dari harta yang berlimpah, tetapi dari kehangatan hubungan, saling mendukung, dan rasa syukur atas segala yang ada. Mendidik anak-anak dengan nilai-nilai agama, mengajarkan mereka untuk bersyukur dan mengendalikan nafsu, adalah langkah penting untuk menciptakan kebahagiaan dalam keluarga.

Narasumber: Umi Ike Hikmawati
Program: Inspirasi Keluarga – Keluarga Bahagia