Sahabat MQ kunci sukses di dunia dan di alam barzah terletak pada peningkatan iman serta pelaksanaan amal saleh.
Do’a menghadapi ujian hidup
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan
artinya: Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.
Seberat apapun masalah yang dihadapi, jika ditolong oleh Allah, maka segala sesuatu akan terasa lebih ringan. Agar hidup mendapatkan pertolongan Allah, kita perlu melakukan hal-hal yang disukai oleh-Nya. Salah satunya adalah dengan menjadikan ujian sebagai kesempatan untuk semakin dekat dengan Allah. Ciri orang yang dekat dengan Allah adalah hatinya semakin bersih dan tunduk kepada-Nya, bersikap tawadhu atau rendah hati, serta selalu bersyukur dan sabar dalam menghadapi ujian hidup
Tawadhu’ adalah sikap rendah hati dan tidak sombong, yaitu tidak merasa lebih tinggi atau lebih baik dari orang lain. Orang yang tawadhu’ selalu menjaga sikap sederhana, menghargai sesama, dan tidak merendahkan orang lain. Dalam pandangan Imam Hasan Al-Basri, orang yang tawadhu’ tidak akan pernah melihat dirinya lebih tinggi atau lebih rendah dari orang lain, karena ia menyadari bahwa setiap manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah.
Jangan meremehkan orang yang hidup dalam kesakitan, kepahitan, atau kesulitan, karena bisa jadi derajat mereka lebih tinggi dari kita. Kesulitan yang mereka hadapi dapat menjadi sarana penghapus dosa-dosa mereka, dan meningkatkan kedudukan di sisi Allah.
Ciri-ciri orang yang bersifat tawadhu’:
- Senang menerima nasihat dan kritik dari orang lain dengan lapang dada.
- Ketika mendapat perlakuan buruk atau kejelekan, tidak membalas dengan kejelekan.
- Senang melakukan hal-hal yang dianggap rendah oleh sebagian orang, tanpa merasa terhina.
- Tidak merasa istimewa atau bangga diri ketika melakukan hal-hal yang terbaik.
- Setiap kali bertemu dengan orang lain, mereka akan merasa puas dan bahagia karena aura positif yang ditularkan.
- Berbicara dengan nada yang lembut dan rendah hati, serta selalu bersikap sopan kepada siapa saja.
- Membuat orang di sekitar merasa nyaman dan dihargai.
Ciri-ciri orang yang bersifat sombong:
- Meremehkan dan merendahkan orang lain.
- Merasa dirinya lebih baik atau lebih tinggi dari orang lain.
- Tidak menerima nasihat dengan lapang dada, sering membalas, membela diri, dan selalu melawan.
- Kehadirannya membuat orang lain merasa tidak nyaman.
- Ucapannya sering menyakiti perasaan orang lain.
- Selalu berusaha memperlihatkan dirinya lebih dari orang lain.
- Menginginkan perlakuan yang istimewa dari orang lain, merasa berhak mendapatkan perlakuan lebih.
Narasumber: K.H. Abdullah Gymnastiar
Program: Kajian MQ Pagi