Tenang dalam Perbedaan, Syukur dalam Nikmat
Sahabat MQ, Sebagai orang awam, tentu kita sering menghadapi perbedaan pendapat. Namun, ada 5 kunci sederhana agar perbedaan itu tidak menjadi sumber permusuhan, melainkan ladang kebaikan,diantaranya :
- Tidak memperbanyak komentar yang tidak perlu.
- Senantiasa belajar untuk menambah wawasan.
- Jika sudah memiliki ilmu, amalkan sepanjang kita yakin mampu mempertanggungjawabkannya.
- Hormati pilihan orang lain.
- Doakan agar semua pihak senantiasa dibimbing Allah dan amalnya diterima.
Maka, sikap kita ketika berbeda pendapat adalah tetap tenang, terus belajar, pegang erat apa yang diyakini, dan hargai pilihan orang lain. Ingatlah, berbeda pendapat tidak boleh membuat kita saling benci atau marah. Jika ingin bertukar pikiran, lakukanlah dengan sopan dan penuh adab.
Allah mengingatkan dalam surah An-Nisa ayat 79 :
مَّآ أَصَابَكَ مِنۡ حَسَنَةٖ فَمِنَ ٱللَّهِۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٖ فَمِن نَّفۡسِكَۚ وَأَرۡسَلۡنَٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولًاۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا
Artinya: “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.”
Nikmat terbesar yang pertama Allah berikan kepada kita adalah keberadaan kita sendiri, karena tanpa diciptakan, kita tak akan pernah ada. Nikmat berikutnya adalah Allah yang senantiasa mengurus hidup kita. Dan nikmat yang ketiga adalah diberi iman, yang mengantarkan kita mengenal Islam dan ibadah, termasuk shalat.
Sesungguhnya nikmat Allah itu datang terus-menerus; tiap bulan, tiap pekan, tiap hari, bahkan tiap saat. Bukan kurang karunia yang menjadi masalah kita, melainkan kurangnya rasa syukur kepada Allah.
Syukur kepada Allah setidaknya diwujudkan dengan 4 hal :
- Meyakini bahwa segala sesuatu adalah milik Allah.
- Lisan yang senantiasa mengucap Alhamdulillah.
- Berterima kasih kepada orang-orang yang menjadi jalan datangnya nikmat.
- Menggunakan setiap nikmat untuk mendekatkan diri kepada Allah
Maka, Sahabat MQ, mari kita hadapi perbedaan dengan hati yang tenang, pikiran yang lapang, dan doa yang tulus. Jangan sampai perbedaan membuat kita jauh dari syukur dan kasih sayang. Sebab, nikmat Allah begitu banyak, dan tugas kita adalah menjaga lisan, hati, serta sikap agar setiap perbedaan justru menguatkan ukhuwah, bukan untuk memecah belah.
Program : MQ Pagi
Narasumber : KH. Abdullah Gymnastiar
Penyiar : Muhammaad Huda