Mimpi Thalha bin Ubaidillah yang Menggetarkan Hati

 Dalam sebuah riwayat, Thalha bin Ubaidillah bermimpi tentang dua orang sahabat. Sahabat pertama wafat syahid dalam perang, namun sahabat kedua yang wafat setahun kemudian justru masuk surga lebih dulu. Ternyata alasannya adalah karena sahabat kedua sempat menemui satu lagi bulan Ramadan dan berpuasa di dalamnya.

Ramadan: Ladang Ampunan Tak Berujung

 Satu bulan Ramadan yang dijalani dengan sungguh-sungguh memiliki nilai yang sangat tinggi. Pahala ibadah di dalamnya diibaratkan sejauh jarak antara langit dan bumi. Inilah alasan mengapa para sahabat Nabi begitu memuliakan bulan ini dan tidak ingin melewatkan sedetik pun tanpa amal shaleh karena kemuliaannya yang luar biasa.

Allah berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ

Artinya: “Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS. Albaqarah: 185).

Menghidupkan Malam dengan Iman

 Menghidupkan malam Ramadan (Qiyamul Ramadan) seperti tarawih dan zikir adalah kunci mendapatkan ampunan total. Allah menjanjikan bahwa siapa saja yang menghidupkan malam tersebut dengan dasar iman dan hanya mengharap rida-Nya, maka dosa-dosa masa lalunya akan dihapuskan sepenuhnya. Inilah momen “pembersihan” besar-besaran bagi setiap mukmin.

Rasulullah bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang menghidupkan malam Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim).