keluarga muslim

Sahabat MQ masalah adalah tanda kehidupan, sunatullah. Masalah bisa timbul dari pasangan, anak tetangga, mertua dll. Karena sertiap orang mempunyai peluang memberikan masalah, dan ilmu adalah problem solving dari permasalahan.

Ketika ada masalah maka yang harus di lakukan:

Identifikasi Masalah
Harus tau akar masalah, masalah nya dari mana? Karena apa? Suami berwajah masam apa masalah nya apakah pekerjaan dll, atau seorang istri berwajah masam karena apa? kecapean atau kenpa. Adapun yang harus di lakukan ketika identifikasi masalah, adalah kesabaran, harus ada kesabaran dan pengondisian rumah serta anak. jika berkaitan dengan pekerjaan maka usahakan selesaikan permasalahan pekerjaan sebelum masuk kedalam rumah. Komunikasi dengan pasangan berkaitan dengan hal apa yang membuat ia marah, kesal dll. lalu komunikasikan bagaimana cara menghadapi pasangan ketika marah.

Mencari Alternatif Solusi Bersama
Berunding atau musyawarah, masing-masing menyampaikan pendapatnya masing-masing keluarga. Agar mudah dalam bermusyawarah, maka biasakan sedari kecil, mengambil keputusan di meja setelah makan, musyawarah. Dengan musyarah insyaAllah solusi terbaik akan di dapatkan.

Evaluasi Dan Pemilihan Solusi
Mengukur kemampuan diri melihat permasalahan yang telah lalu, dan manfaatkan relasi.

Implementasikan Solusi
Solusi yang sudah di dapatkan melalui komunikasi, musyawarah, maka laksanakan solusi itu. Realese emosi sebelum bertemu dengan keluarga, cara nya bisa dengan sholat sunnah sebelum masuk kedalam rumah.

Tips Problem Solving

Komunikasi Terbuka
Tidak ada yang di tutup tutupi, menyampaikan kemampuan. Namun jangan mengatakan tidak mampu. Ikhtiar maksimal dan langitkan doa serta tawakal kepada Allah.

Kedepankan Empati
Hadirkan empati pada pasangan, pada anak, dalam setiap permasalahan.

Hadirkan Kesabaran
Evaluasi masalah, cari solusi dengan kesabaran jangan terburu-buru menyelesaikan masalah.

Jangan Sungkan Meminta Bantuan Pada Anggota Keluarga
Ketika membutuhkan bantuan maka lebih baik meminta bantuan daripada marah-marah ingin dimengerti atau ingin pasangan peka.

Bagaimana ketika meminta bantuan namun tidak di dengar atau di bantu?
Ketika kesal maka diam terlebih dahulu, tenangkan diri, dan komunikasikan ketika sudah tenang, tanyakan kepada pasangan bagaimana cara ia harus meminta bantuan, dan dalam jangka waktu berapa lama pasangan bisa membantu.

Bagaimana solusi nya ketika anak ingin sekolah ditempat pilihan nya, namun orang tua belum mampu?
Ajak anak berdo’a, ajak anak tawakal, tunaikan ikhtiar dengan maksimal, cari akses beasiswa, akses Yayasan. Dan tumbuhkan empati anak agar bisa memahami kondisi orang tua nya. Menumbuhkan empati anak bisa dengan mengajak anak ke tempat bekerja.

Bagaimana cara menyikapi suami yang suka lirik-lirik perempuan lain di depan istrinya?
Perempuan masalahnya ada di mulut dan telinga sementara laki laki di masalahnya ada di mata. Lirikan pertama itu wajar namun jika berulang maka termasuk dalam dosa. Maka untuk laki-laki harus menundukan pandangan, dan sampaikan apa yang di inginkan suami kepada istri. Suami tertarik dengan yang seperti apa, penampilannya seperti apa. Untuk seorang istri maka imbangi apa yang di inginkan oleh suami, dan evaluasi serta turunkan ego dan bicara dari hati ke hati. Upgrade ilmu suami dan istri agar bisa saling membahagiakan.

Komunikasi antar pasangan sangat penting, namun bagaimana menghadapi pasangan yang tidak bisa di ajak komunikasi, yang terus bermain game dan asik sendiri?
Pernikahan adalah untuk kebahagian seluruh keluarga, suami istri, anak, orang tua. Orang tua bahagia jika anaknya bahagia. Jika pasangan tidak bisa di ajak komunikasi dan tidak bisa menyelesaikan masalah berdua maka hadirkan pihak ketiga, yang disegani, dihormati, dicintai oleh pasangan, atau bisa mendatangkan pihak ketiga yaitu orang yang mentaarufkan. Perempuan harus menurunkan ekspektasi, dan laki-laki harus menaikan empati, dan menumbuhkan empati bisa dengan belajar, pelajari bagaimana menjadi pasangan menjadi ayah dll.

Bagaimana dengan anak yang awalnya sholeh namun ketika sudah rumah tangga ia mendahulukan istri dan anak, dan hubungan dengan orang tua menjadi kurang baik, harus seperti apa menyikapinya?
Setelah berumah tangga, pengaruh terbesar adalah pasangan, anak, lingkungan. Kedepankan husnudzan, do’akan anak, tidak menuntut, namun jika keluar dari batas wajar hingga mendurhakai maka hadirkan orang ketiga yang di segani, komunikasi yang baik dan berikan teladan, misal berkunjung dengan meminta izin terlebih dahulu kepada anak, dan kalau bisa bawakan hadiah.

Program: Inspirasi Keluarga – Langkah Kecil Untuk Bahagia
Narasumber: Abu Faris
Penyiar: Asila Ghania