anggaran

Menilik Efektivitas Menaikkan Anggaran 3 Sektor di Jawa Barat

MQFMNETWORK.COM | BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menaikkan alokasi anggaran untuk sektor infrastruktur dan kesehatan hingga dua kali lipat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui skema belanja pemerintah.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menjelaskan bahwa peningkatan anggaran tersebut menjadi bagian dari strategi Pemprov Jabar untuk memperkuat sektor-sektor produktif yang dapat memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia menyebutkan, total alokasi anggaran infrastruktur dalam APBD-P 2025 mencapai Rp4,9 triliun, naik sebesar Rp2,7 triliun dari APBD murni sebelumnya yang hanya Rp2,1 triliun. Menurutnya, kenaikan ini merupakan angka yang cukup tinggi dan bahkan tergolong signifikan.

Sementara itu, anggaran kesehatan juga meningkat menjadi Rp2,5 triliun, atau naik sekitar Rp81,3 miliar. Kemudian, untuk sektor ketahanan pangan, terjadi peningkatan sebesar Rp64,2 miliar, sehingga totalnya kini mencapai Rp767 miliar.
Adapun sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama dengan tambahan anggaran sebesar Rp120 miliar, sehingga totalnya mencapai Rp11,3 triliun.

Dalam pandangan Acuviarta Kartabi, pengamat kebijakan publik, tata kelola anggaran di Jawa Barat tidak semata-mata diukur dari besaran alokasi belanja. Menurutnya, jika anggaran besar tetapi program dan kegiatan yang dipilih tidak tepat sasaran, maka hasilnya tidak akan efektif, apalagi jika pengelolaannya tidak tertib dan terarah.

Ia menegaskan, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian yaitu : 

  1. Penambahan anggaran harus ditempatkan pada program prioritas yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  2. Dengan waktu pelaksanaan yang semakin singkat, pemerintah harus bergerak cepat agar realisasi anggaran tidak terkendala dan hasilnya optimal.
  3. peningkatan anggaran perlu dikaitkan dengan dampak terhadap sektor lain, sehingga dapat memberikan daya ungkit ekonomi yang lebih luas, termasuk bagi sektor-sektor penyedia kebutuhan pembangunan.

Harapannya, dengan kebijakan ini, mobilitas dan aksesibilitas ekonomi masyarakat dapat meningkat, sehingga pertumbuhan ekonomi Jawa Barat di masa mendatang semakin baik. Sebagai indikator keberhasilan, pemerintah juga diharapkan dapat mempublikasikan dan menyosialisasikan secara terbuka penggunaan anggaran tersebut.Bbaik untuk infrastruktur, ketahanan pangan, pendidikan, maupun kesehatan. Transparansi ini penting agar masyarakat mengetahui manfaat dari setiap program yang dijalankan pemerintah daerah.

Sahabat MQ, tentu masih banyak aspek lain yang perlu diperhatikan, seperti perencanaan, pelaporan, serta pelaksanaan program di lapangan. Yang terpenting, pengelolaan anggaran harus dilakukan tepat waktu, tepat alokasi, dan tepat sasaran.
Semoga kebijakan Pemprov Jawa Barat ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Program: Sudut Pandang – Inspirasi Pagi 
Narasumber : Acuviarta Kartabi
Penyiar : Rizqi Alfaris – Muhammad Dafa