MQFMNETWORK.COM | Penggunaan Artificial Intelligence atau AI semakin meluas di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Salah satu bukti yang nyata dari penggunaan AI yang masif adalah jumlah form yang dikirimkan pengguna ke chat GPT yang dilaporkan mencapai 2,5 miliar prom setiap harinya. Hal itu menunjukkan bahwa teknologi AI telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari baik dalam bidang pendidikan, pekerjaan, maupun hiburan. 

Teknologi AI telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari baik dalam bidang pendidikan, pekerjaan, maupun kehiburan. Tentunya Anda sudah tidak asing lagi ketika mendengar aplikasi AI seperti chat GPT, kemudian juga ada Gemini AI, Microsoft Copilot dan sebagainya. Karena disampaikan di Indonesia pun berbagai sektor sudah mulai mengadopsi AI untuk kemudian meningkatkan efektivitas dan efisiensi termasuk di antaranya di bidang layanan publik, kesehatan, bahkan juga ekonomi digital. Akan tetapi, Sahabat MQ, di balik perkembangan artificial intelligence ataupun AI yang pesat tersebut ini ternyata muncul juga berbagai kekhawatiran terkait dampak negatifnya.

Di antaranya ini terkait dengan ancaman terhadap privasi data, bahkan juga hilangnya pekerjaan manusia sampai potensi penyalahgunaan AI untuk kepentingan yang merugikan masyarakat. Sebagai informasi, sejumlah kasus internasional bahkan telah menunjukkan bagaimana kemudian AI tersebut ini dapat digunakan untuk menyebarkan informasi palsu. Tidak hanya itu, melakukan penipuan digital, bahkan hingga menimbulkan kekerasan simbolik melalui deep fake. Ini sebuah fenomena yang kemudian sulit masyaraka bedakan mana yang informasi nyata. Dengan informasi yang dibuat-buat atau menyesatkan hall tersebut membuktikan bahwa AI sendiri ini ternyata memiliki daya ubah yang luar biasa.

Diketahui bahwa masyarakat sekarang banyak menggunakan AI dan perkembangan AI ini juga sangat cepat. Kalau misalnya mungkin dalam setahun itu beberapa versi sudah mulai muncul, Misal katakan untuk membuat video, membuat lagu tentu juga ini memberikan manfaat bagi kita. Kemudian juga di sisi lain kejahatan-kejahatan berbasis AI ini juga muncul, misalnya waktu itu kan pernah ada deep fake dan ini juga akan-akan makin mirip misalnya meniru suara Presiden Prabowo, Ini tidak bagus bagi masyarakat. 

Banyak negara memang sekarang sudah mengeluarkan ketentuan aturan gitu ya, bahkan undang-undang terkait dengan AI. Indonesia baru kemarin itu tahun lalu atau 2 tahun lalu mengeluarkan surat edaran terkait dengan penggunaan etika AI. Cuma kan kalau surat edaran ini dalam konsep peraturan perundang-undangan ini tidak kuat sehingga memang ini perlu ditingkatkan. Jangan sampai negatifnya itu dominan dan Indonesia ini persoalan teknologi, Sampai kemudian nanti ya kita cuma jadi bangsa pengguna. Kadang kita juga banyak anak bangsa yang pintar bisa berkreasi yang bisa memanfaatkan AI.

Kalau kita lihat memang tim dalam penyusunan peta jalan ini dari berbagai unsur masyarakat. Saya mendengar ini ada ratusan atau mungkin ada ribuan juga orang yang terlibat dalam penyusunan peta jalan. Tapi memang tetap saja ketika dokumen ini sudah selesai karena mungkin ada hal-hal yang tadinya menjadi konsen dari pihak tertentu. Jadi memang kita punya kemampuan baru, perencanaan baru, dan mimpi baru untuk bagaimana kita membawa Indonesia menjadi lebih maju. Kalau enggak kita khawatir Indonesia emas bisa menjadi Indonesia cemas. karena tadi banyak anak-anak muda kita yang nanti enggak bekerja. Sehingga memang ayo kita berikan masukan kalau nanti sudah menjadi dokumennya agar menjadi dokumen yang bisa mengantarkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 dengan arenya.

Adanya regulasi bisa menjawab tantangan etika, ketergantungan teknologi asing hingga kapasitas pengawasan juga tadi masih harus diperkuat, regulasi yang baik bukan hanya berkaitan dengan dokumen di atas kertas saja di mana butuh implementasi dan juga berbagai dukungan termasuk juga bagaimana pengawasan dan juga keterlibatan semua elemen lembaga dan juga dari mulai akademisi, komunitas teknologi sampai masyarakat sipil agar ekosistem AI yang dibangun benar-benar berpihak pada kemaslahatan bersama.

Program: Sudut Pandang – Inspirasi Pagi
Narasumber: Ir. Heru Sutadi, M.Si | Pengamat Telekomunikasi & Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT)