Menyelamatkan Diri dari Musibah Dengan Taubat dan Istighfar
Semua musibah yang menimpa kita pada dasarnya disebabkan oleh dosa yang kita lakukan. Kita sering menyalahkan orang lain, seperti copet yang mencuri, virus yang menyebabkan sakit, atau makanan tertentu, padahal sebenarnya semua itu diundang oleh dosa kita sendiri. Allah berfirman dalam Surah Asyura ayat 30:
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
Artinya: “Musibah apapun yang menimpamu adalah karena perbuatanmu sendiri, dan Allah mengampuni sebagian besar dosa.”
Dosa ada dua jenis: dosa kepada Allah dan dosa kepada makhluk. Hati yang tidak mentauhidkan Allah dan menuhankan selain-Nya, seperti harta, jabatan, atau popularitas, pasti tidak akan bahagia. Dunia ini tidak menjamin kebahagiaan sejati, karena pemilik kebahagiaan adalah Allah. Orang yang durjana sekalipun diberi dunia, tidak membawa kebahagiaan hakiki.
Kewajiban seperti salat, puasa, dan zakat sering diabaikan, padahal itu adalah dosa besar. Dosa kepada orang tua, guru, dan orang yang berbuat baik kepada kita juga sangat serius dan akan mendapatkan balasan dari Allah. Allah Maha Mengetahui segala perbuatan kita, termasuk yang tersembunyi dan sekecil apapun. Perbuatan sehari-hari seperti membuang sampah sembarangan, merokok di tempat umum, atau berbuat tidak sopan juga diperhitungkan oleh Allah. Bahkan pandangan mata yang tidak terjaga dan ucapan yang sia-sia dicatat dan akan dimintai pertanggungjawaban. Dosa-dosa yang tidak diampuni menjadi beban yang menyebabkan gelisah, sedih, dan kesulitan hidup. Namun, Allah Maha Pengasih dan menyediakan sarana penggugur dosa seperti salat, puasa, umrah, dan terutama istigfar (memohon ampun). Istighfar yang tulus dapat menghapus dosa, menenangkan hati, membuka pintu rezeki, dan memberikan solusi atas masalah hidup. Kisah nyata menunjukkan bahwa dengan memperbanyak istighfar dan sholat sunnah, Allah melancarkan rezeki dan memperbaiki keadaan. Istighfar harus dilakukan dengan hati yang hadir, menyesali dosa, dan berharap ampunan Allah, bukan sekadar ucapan kosong. Selain itu, perbanyaklah selawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena shalawat akan meningkatkan keberkahan istighfar kita. Hindari hal-hal yang membuang waktu dan tidak menyelesaikan masalah, seperti terlalu banyak melihat berita negatif atau ikut campur urusan yang tidak bermanfaat. Fokuslah pada tobat dan istigfar agar hidup menjadi lebih tenang dan terhindar dari musibah. Ingatlah bahwa setiap dosa akan kembali kepada kita, dan hanya dengan tobat dan istigfar kita bisa menyelamatkan diri dari ancaman dosa.
Program: Inspirasi Malam
Narasumber: KH Abdullah Gymnastiar