Sahabat MQ dalam keluarga pasti ada problematikanya, namun problematika harus di selesaikan dengan baik. Karenanya dalam episode kehidupan kita, insyaAllah kita akan bertemu dengan impian kita yang terwujud. Ketika mempunyai impian misalnya umroh, maka yang harus kita lakukan adalah sering berdoa, berdoa bersama istri/pasangan, doa dari seorang istri dalam menggapai impian keluarga sangatlah penting.
Dalam menggapai impian, hadirkan komunikasi yang baik dalam keluarga, suami dan istri harus kompak, istri mendoakan dan suami mengikhtiarkan yang terbaik. Doa seoarang suami dan istri yang menjadi satu muara, akan melahirkan doa yang sama pada anak-anak. Ketika impian sudah terwujud, jangan lupa untuk bersyukur, ingatkan diri akan nikmat yang Allah berikan, dan ingat setiap harta yang digunakan untuk umroh atau di jalan Allah maka akan Allah ganti dengan yang lebih baik, insyaAllah bertambah berkah.
Syukur harus di tunaikan, salah satunya dengan sujud syukur, ketika bersyukur berdoa kepada Allah, minta tambahan, baik dalam rezeki, ilmu, kesehatan, dll. Tunaikan syukur, karena banyak yang mendapatkan nikmat tetapi tidak bersyukur, karena meyakini impian tersebut terwujud karena usahanya sendiri, padahal semua impian bisa terwujud karena Allah yang menghendaki.
Apakah impian dalam keluarga harus dimulai dengan impian suami? Apakah impian bisa terwujud, jika yang memulai impian itu seorang istri?
InsyaAllah bisa, kalau contoh dari Pak H. Usman impian untuk umroh sekeluarga, keyakinan awalnya berasal dari istri, yang di komunikasikan kepada suami. Istri kuat dalam mendoakan suami, lalu suami melihat tabungan, melihat keadaan dan melihat jadwal yang sesuai untuk semua anggota keluarga, kemudian ikhtiar maksimal.
Dalam menggapai impian, amalan yaumiah harus di jaga, harus istiqomah karena dalam istiqomah ada barokah, ditambah dengan doa, di tambah ikhtiar, ketika kita punya impian, maka kebiasaan kita harus berbeda dengan kebiasaan orang lain, misalnya bangun lebih pagi untuk tahajud, rakaat nya lebih banyak lagi, dan dalam ikhtiar/kerja lebih giat lagi, mencari tambahan penghasilan. Tambah ikhtiar sebagai bentuk dzikrullah, dan ikhtiar ini bentuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam mewujudkan impian maka niat harus di jaga, niatkan karena Allah dan sempurnakan ikhtiar.
Mencapai impian terkadang tidak mudah, terlebih impian keluarga, ada banyak yang harus di lewati, jadi bagaimana agar kita tetap tenang, tidak terburu-buru dalam proses menggapai impian?
Dalam kehidupan ada tangga-tangganya, tidak boleh loncat, nikmati proses dengan sabar, ada ujian-ujian dalam menggapai impian, hadirkan sabar dalam proses, minta doa orang tua, untuk mewujudkan impian ada yang harus kita tunaikan, hablu minannas dalam ikhtiar, dan hablu minallah meminta keridhaan Allah. Ketika ada ujian, maka ujian itu untuk menentukan seberapa tangguh kita, seberapa bersungguh-sungguhnya kita dalam menggapai impian tersebut.
Menurut Pak H. Usman menggapai impian sama dengan mudah. Sehingga mindset harus di perbaiki, kemudian tulis apa yang kita impikan, misalnya membuat group keluarga dengan nama impian keluarga, umroh rumah atau apapun itu. Isi group nya berkaitan dengan impian tersebut, tulis dan share info yang berkaitan dengan impian, karena kita menulis atau menshare maka itu seperti magnet, kerinduan kita akan memuncak, dan insyaAllah semua Allah mudahkan. Allah Maha Mendengar, Maha Melihat dan yakin kepada Allah, yakin nya harus seperti apa? sholat tepat waktu, doa dengan khusyu, sholat dhuha, sholat tahajud di tambah, sedekah di tambah.
Impian tidak sulit untuk di wujudkan, dengan mengharap ridha Allah insyaAllah akan Allah mudahkan, ketika mempunyai impian maka jadikan impian itu untuk mendekatkan diri kepada Allah, tempuh dengan jalan yang lurus dan niat harus di jaga, ikhtiar harus sempurna, dengan seperti ini insyaAllah impian akan terwujud.
Program: Inspirasi Keluarga – Langkah Kecil Untuk Bahagia
Narasumber: Abu Faris & H. Usman Hadi
Penyiar: Asila Ghania