MQFMNETWORK.COM | Bandung Barat — Suasana kebersamaan dan rasa syukur menyelimuti lahan Wakaf Produktif milik Yayasan Amanah Kemanusiaan Global (Amal) di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, pekan lalu. Di lokasi inilah digelar panen perdana tanaman Edamame yang menjadi bagian dari program Wakaf Produktif yayasan.
Prosesi panen awal ditandai dengan pemetikan buah Edamame oleh Achmad Setiyaji selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Amal bersama Andri, Direktur PT Cahaya Hidup Persada, didampingi Ustadz Ridwan Kamaludin serta Maman Resman (Ketua dan Sekretaris Yayasan Amal), jajaran pengurus yayasan, dan tokoh masyarakat setempat.
Selain prosesi panen, kegiatan juga diisi dengan test food cemilan rebusan Edamame yang dilaksanakan di ruang makan salah satu rumah warga, menghadirkan suasana hangat antara pengurus yayasan dan masyarakat sekitar.
Hasil Panen Melebihi Perkiraan
Dalam sambutannya, Andri yang bertanggung jawab mengelola kebun Wakaf Produktif Edamame ini menjelaskan bahwa Edamame mulai ditanam pada 24 Januari 2026. “Pelaksanaan olah tanah, pemupukan, pemasangan mulsa, dan sebar bibit unggul Edamame berlangsung bertahap. Untuk panennya juga dilakukan bertahap,” ujar Andri.
Lahan yang dipanen pada tahap pertama seluas sekitar 2.000 meter persegi, dan tahap kedua seluas 2.000 meter persegi. Dari 12 kilogram bibit, panen tahap pertama menghasilkan 1.320 kilogram Edamame. Adapun total bibit yang ditanam di atas lahan sekitar satu hektare mencapai 46 kilogram, dengan prediksi total panen mencapai 5.000 kilogram.
“Perbandingan hasil panen dengan jumlah bibit unggul Edamame yang ditanam lebih baik dari perkiraan. Normalnya 1:100, ternyata hasilnya 1:110,” jelas Andri, pemuda yang sejak mahasiswa telah bergulat di dunia pertanian, didampingi Wahab selaku Koordinator Petani Wakaf Produktif Edamame.
Untuk penanaman berikutnya, akan dilakukan pemadatan karena masih tersedia ruang pada area mulsa. Target penanaman berikutnya mencapai 70 kilogram bibit unggul, dengan harapan hasil panen sekitar 8 ton.
Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan
Sementara itu, Ustadz Ridwan Kamaludin menyampaikan bahwa program Wakaf Produktif Edamame ini merupakan salah satu kegiatan utama yayasan, selain program Wakaf Produktif di bidang lain seperti produksi makanan cemilan bersama UKM Mabasa di Ciamis.
Program ini dijalankan sesuai arahan Prof. Dr. KH. Miftah Faridl dan Prof. Dr. Jaja Djahari, MPd selaku Ketua Dewan Penasehat dan Ketua Dewan Pengawas Yayasan Amal. “Melalui Wakaf Produktif ini diharapkan dapat menambah kemampuan yayasan dalam meningkatkan nilai manfaat bantuan kepada masyarakat sekaligus mendukung kesejahteraan relawan dan pengurus yayasan,” ungkap Ridwan.
Di sisi lain, program pertanian Edamame ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan masyarakat. Ke depan, Yayasan Amal menargetkan perluasan program Wakaf Produktif ke berbagai daerah dengan melibatkan lebih banyak pewakaf dan mitra usaha. Dari sisi pemasaran, hasil panen Edamame juga mendapatkan dukungan dari Andri bersama timnya di PT Cahaya Hidup Persada.
“Alhamdulillah, aspek pemasaran atau pembeli hasil panen Edamame dibantu oleh Pak Andri dan timnya,” kata Ridwan.*












