Pernahkah Anda merasa hancur karena rencana hidup tidak berjalan sesuai harapan? Aa Gym dalam kajian MQ Pagi menekankan bahwa tidak ada satu pun peristiwa, termasuk musibah yang menimpa bumi atau diri kita, melainkan telah tertulis di Lauh Mahfuz. Memahami bahwa segala sesuatu berada dalam genggaman Allah adalah kunci utama agar kita tidak terpuruk dalam kesedihan yang mendalam atau sombong saat mendapat kesenangan.
Mengapa Allah Mengizinkan Ujian Terjadi?
Setiap rudal yang melesat atau detak jantung yang berhenti, semuanya terjadi dengan izin Allah. Prof. Miftah Faridh menambahkan bahwa ujian adalah sarana evaluasi diri pasca-Ramadhan untuk melihat sejauh mana kualitas takwa kita. Musibah bukanlah hukuman semata, melainkan undangan dari Allah agar hamba-Nya kembali bersimpuh dan memohon perlindungan hanya kepada-Nya, karena hanya Dia yang mampu memberikan solusi terbaik.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an (Surah Al-Hadid: 22):
Artinya: (Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.)
Langkah Praktis Menjemput Petunjuk Allah
Agar hati tetap tenang di tengah badai masalah, mulailah dengan memperkuat keyakinan bahwa Allah menyaksikan segala-galanya. Jangan hanya fokus pada besarnya masalah, tapi fokuslah pada Maha Besarnya Allah yang mengurus setiap makhluk-Nya. Dengan rida terhadap ketetapan-Nya, Allah akan memberikan cahaya petunjuk ke dalam hati, sehingga kita mampu merespons setiap keadaan dengan amal saleh dan kesabaran yang indah.
Artinya: (Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya.) (HR. Muslim)
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.