Tingkatan Ikhlas, Dari Harapan Dunia hingga Rida Allah.

Keikhlasan adalah benteng terkuat yang melindungi hati dari serangan hasad. Ibu Khairati menjelaskan bahwa iman dan iri hati tidak akan pernah bisa bersatu dalam hati seorang hamba. Semakin kuat iman dan rasa percaya seseorang kepada Allah, maka akan semakin tipis ruang bagi kedengkian untuk masuk, karena ia yakin bahwa segala sesuatu sudah diatur dengan sangat presisi oleh-Nya.

    Mengapa Iman dan Hasad Tidak Bisa Bersatu?

Tingkatan ikhlas yang paling tinggi adalah ketika seseorang beramal semata-mata karena mengharap rida Allah, tanpa peduli dengan penilaian manusia. Orang yang berada pada tingkat ini tidak akan merasa iri jika orang lain mendapatkan pujian atau jabatan, karena tujuannya hanya satu: disukai oleh Allah. Fokus pada pengabdian total membuat hati menjadi steril dari virus persaingan duniawi yang melelahkan.

    Istikamah dalam Kebaikan Meski Ujian Datang Silih Berganti.

Perjalanan menjaga hati ini memang tidak mudah dan penuh dengan godaan setan. Namun, dengan terus belajar (ilmu) dan berlatih (amal), kita bisa mencapai tingkat kedamaian batin yang istikamah. Meskipun sesekali lintasan hati yang buruk datang, selama kita tidak mengikutinya dan segera kembali kepada Allah, maka kita sedang berada dalam proses mujahadah yang akan membuahkan kemuliaan akhlak.

Rasulullah bersabda Hadis Riwayat An-Nasa’i:

لَا يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ عَبْدٍ: اَلْإِيمَانُ وَالْحَسَدُ

Artinya: “Tidak akan berkumpul di dalam hati seorang hamba antara iman dan hasad (iri hati).”