Mengenal Struktur Jasmani yang Berasal dari Tanah dan Air Bumi
Tubuh fisik manusia atau jasmani memiliki karakteristik yang unik karena diciptakan dari unsur-unsur materi yang ada di bumi, yaitu tanah dan air. Oleh karena itu, segala bentuk kebutuhan dan keluhan yang berkaitan dengan jasad fisik ini obatnya pun telah disediakan oleh Allah di atas permukaan bumi. Sahabat MQ bisa memperhatikan bagaimana tanaman, buah-buahan, dan sumber air bersih menjadi penawar bagi berbagai macam penyakit fisik yang diderita.
Ketika tubuh mengalami kekurangan asupan cairan atau zat gizi tertentu, jasad akan memberikan sinyal berupa rasa lemas dan sakit. Mengabaikan kebutuhan dasar jasad ini sama saja dengan menzalimi amanah titipan dari Sang Pencipta yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan proses penciptaan awal manusia fisik ini di dalam firman-Nya:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ
Artinya: “And sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.” (QS. Al-Mu’minun: 12).
Menyelami Kebutuhan Rohani yang Obatnya Diturunkan Langsung dari Langit
Berbeda dengan jasmani yang bersifat material, komponen kedua yaitu rohani berasal langsung dari tiupan ruh yang suci dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena asalnya dari tempat yang tinggi, maka segala macam obat dan nutrisi untuk menyembuhkan penyakit rohani tidak akan pernah bisa ditemukan di bumi. Sahabat MQ harus mencarinya ke atas langit, yaitu melalui petunjuk wahyu, syariat-syariat-Nya, dan kitab suci Al-Qur’an al-karim yang agung.
Mencoba mengobati kegelisahan rohani dengan kesenangan duniawi yang bersifat materi hanya akan berakhir pada kekecewaan dan kehampaan yang semakin mendalam. Rohani yang sakit hanya akan menemukan penawarnya ketika mendengarkan bait-bait firman Allah dan bersujud dengan penuh kekhusyukan di hadapan-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan fungsi utama Al-Qur’an sebagai obat bagi jiwa manusia:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra: 82).
Memahami Nafs sebagai Nafas Kehidupan dan Jiwa Manusia yang Utuh
Ketika unsur jasmani yang berasal dari bumi bersatu dengan unsur rohani yang berasal dari langit, maka lahirlah sebuah komponen ketiga yang disebut dengan nafs. Nafs merupakan nafas kehidupan atau jiwa yang menjadi pusat kesadaran, tempat bersemayamnya emosi, kehendak, dan kepribadian seseorang. Sahabat MQ perlu memberikan fokus perhatian yang lebih besar pada ranah nafs ini, karena di sinilah pertempuran antara kebaikan dan keburukan terjadi setiap harinya.
Gangguan yang terjadi pada nafs, seperti kecemasan kronis dan stres, akan langsung memberikan dampak buruk bagi kesehatan jasmani sekaligus melemahkan kondisi rohani. Pengobatan yang komprehensif harus menyentuh ketiga dimensi ini secara seimbang agar tercipta keselarasan hidup yang sejati. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa mengingatkan pentingnya meminta perlindungan dari keburukan yang bersumber dari dalam nafs manusia:
نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
Artinya: “Kita berlindung kepada Allah dari keburukan diri-diri (nafs) kita dan dari kejahatan amal perbuatan kita.” (HR. Muslim).