insecure

Bahaya Penyakit Hasad yang Menghancurkan Batin

Melihat pencapaian atau kebahagiaan teman sebaya sering kali memicu rasa cemburu, minder, atau insecure di dalam hati. Jika dibiarkan, rasa insecure ini akan bermutasi menjadi penyakit hasad (dengki) di mana kita diam-diam berharap nikmat orang lain tersebut hilang. Dengki adalah racun ganas yang tidak hanya merusak persahabatan, tapi juga menyiksa pemilik hati itu sendiri.

Bagi sahabat MQ, iri terhadap rezeki orang lain sama halnya dengan memprotes pembagian yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Mengapa harus sakit hati melihat kebahagiaan orang lain, sementara rezeki setiap manusia tidak akan pernah tertukar? Terus-menerus membandingkan bab pertama kehidupan kita dengan bab ke-20 kehidupan orang lain hanya akan melahirkan keputusasaan.

Nabi Muhammad SAW memberikan peringatan keras akan bahaya sifat dengki yang sanggup memusnahkan seluruh amal kebaikan:

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

“Jauhilah oleh kalian sifat dengki, karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud).

Mensyukuri Titipan yang Sedang Ada di Genggaman

Obat paling manjur untuk menyembuhkan rasa insecure adalah dengan menundukkan pandangan melihat orang-orang yang berada di bawah kita. Di saat kita menangis karena tidak memiliki mobil mewah, ingatlah ada ribuan orang yang menangis karena tidak bisa berjalan. Menyibukkan diri untuk bersyukur atas hal kecil akan menutup celah bagi penyakit dengki untuk masuk.

Fokuslah merawat taman kehidupan sendiri daripada sibuk mengintip taman tetangga yang terlihat lebih hijau, sahabat MQ. Temukan potensi diri, kembangkan keahlian, dan bahagialah dengan versi terbaik diri kita hari ini. Rasa syukur adalah perisai pelindung yang akan membuat mental tetap stabil di tengah derasnya arus pamer pencapaian.

Untuk menjaga kedamaian hati dalam urusan duniawi, teladan terbaik adalah mengikuti anjuran lisan mulia Rasulullah SAW:

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ

“Pandanglah orang yang berada di bawah kalian, jangan memandang yang ada di atas kalian…” (HR. Muslim).

Mendoakan Kebaikan Orang Lain Demi Kedamaian Sendiri

Langkah paling efektif untuk membersihkan batin dari sisa-sisa kedengkian adalah dengan memaksakan diri mendoakan orang yang kita cemburui. Saat hati terasa perih melihat kesuksesan teman, segeralah angkat tangan dan doakan keberkahan atas nikmatnya tersebut. Melakukan hal ini memang terasa berat di awal, namun perlahan-lahan kelegaan luar biasa akan memeluk jiwa.

Rahasia besar dari mendoakan saudara tanpa sepengetahuannya adalah, doa tersebut akan diaminkan oleh malaikat dan dikembalikan kepada kita, sahabat MQ. Tidak ada ruginya sama sekali mendoakan kelimpahan bagi orang lain; justru hal itu menjadi magnet penarik rezeki bagi kita sendiri. Hati yang bersih dari dengki adalah surga dunia yang paling nikmat.

Doa yang dipanjatkan secara tulus di belakang saudara kita selalu memiliki keistimewaan tersendiri di hadapan Allah:

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ

“Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan.” (HR. Muslim).