father

Memahami Peranan Suami dalam Berkeluarga

Sahabat MQ, menjadi seorang pemimpin dalam keluarga dengan penuh kasih dan sayang adalah hal yang sangat penting untuk dihadirkan di dalam kehidupan rumah tangga. Apa sebenarnya makna dari peran suami dalam keluarga? Peran suami bukan hanya sekadar status sebagai kepala rumah tangga, tetapi juga tanggung jawab besar untuk menjaga, mengayomi, dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi istri dan anak-anaknya.

Seorang suami atau ayah, seorang ikhwan yang memiliki tanggung jawab bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai teladan dan pemimpin bagi keluarga. Seorang suami harus mampu menghadirkan sosok yang menuntun keluarga dalam kebaikan, baik dari segi spiritual, emosional, maupun sosial. Ia adalah pelindung yang memastikan keluarganya berada di jalan yang diridai Allah Subhanahu wa Ta‘ala.

Peran ini harus dijalankan sejak awal seseorang memutuskan untuk menikah dan membangun rumah tangga. Sejak itulah tanggung jawab besar dipikul seorang suami. Peran ini berlangsung seumur hidup, bukan hanya pada saat-saat tertentu. Karena itu, seorang suami hendaknya senantiasa berupaya memperbaiki diri agar dapat menjalankan kepemimpinannya dengan bijaksana dan penuh tanggung jawab.

Di dalam lingkungan rumah tangga di rumah tempat seluruh anggota keluarga berinteraksi, belajar, dan saling mendukung. Dalam keluarga, suami menjadi sumber ketenangan dan kekuatan. Ia bukan hanya pemimpin dalam hal urusan duniawi, tetapi juga dalam urusan ukhrawi, menuntun keluarga untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. Suami memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keluarganya dari api neraka, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an bahwa laki-laki adalah qawwam bagi perempuan, yakni pemimpin, pelindung, dan penanggung jawab bagi keluarganya. 

Cara suami menjalankan perannya dengan baik salah satu kunci utamanya adalah taklim, yaitu mengajarkan ilmu kepada keluarganya. Suami perlu mendidik istri dan anak-anaknya agar mereka memahami mana yang benar dan mana yang salah dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama. Dalam hal ini, Allah telah memperingatkan dalam Al-Qur’an:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu berkhianat kepada Allah dan Rasul (Muhammad), dan (janganlah) kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”
(QS. Al-Anfal: 27)

Ayat ini menjadi pengingat agar seorang suami tidak mengkhianati amanah besar yang telah Allah titipkan padanya, yaitu keluarga. Perempuan adalah amanah yang harus dijaga, dididik, dan diperlakukan dengan kasih sayang agar rumah tangga tetap berada di jalan yang lurus dan penuh keberkahan.

Sahabat MQ, dari uraian ini kita dapat memahami bahwa menjadi suami bukan hanya tentang status atau kedudukan, tetapi tentang tanggung jawab besar sebagai pemimpin keluarga yang mengantarkan keluarganya menuju surga. Seorang suami wajib menjaga keluarganya dari keburukan, menuntun dengan ilmu, serta menjadi teladan dalam akhlak dan ibadah. 

Program: Inspirasi Keluarga – Sekolah Ayah
Narasumber: Ust. Darlis Fajar
Penyiar: Muhammad Dava – Zahra (MQFM Jogja)