mata

Sahabat MQ Cedera mata atau trauma mata dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu trauma mekanik dan trauma non-mekanik. Trauma mekanik terjadi akibat benturan fisik pada mata, sementara trauma non-mekanik disebabkan oleh paparan zat kimia, air panas, atau radiasi. Berikut ini adalah panduan untuk mencegah dan menangani cedera mata dalam berbagai situasi:

1. Penggunaan Pelindung Mata

Untuk mencegah cedera mata, selalu gunakan pelindung mata yang sesuai, seperti kacamata pelindung, pelindung wajah (face shield), dan perlengkapan serupa saat berada dalam situasi berisiko tinggi.

2. Cedera Mata saat Berkendara

Jika mengalami kelilipan saat berkendara, segera menepi terlebih dahulu. Hindari menggosok mata, karena debu yang masuk dapat menyebabkan trauma pada kornea. Anda bisa mengejapkan mata untuk merangsang produksi air mata atau mencuci dengan air yang mengalir. Jika rasa mengganjal tidak hilang, segera periksa ke dokter.

3. Memilih Kacamata Pelindung

Kacamata pelindung terbaik adalah yang menempel erat pada kulit, karena mampu mencegah partikel debu atau zat lain masuk ke mata. Namun, kacamata ini biasanya lebih mahal dibandingkan kacamata biasa.

4. Cedera Mata saat Olahraga

Cedera mata sering terjadi dalam olahraga karena benturan dengan bola tenis atau kok. Meski umumnya tidak melukai kornea, benturan tersebut bisa menyebabkan pendarahan di dalam bola mata, yang disebut hifema (pendarahan di ruang depan mata). Hifema bisa mengakibatkan gangguan penglihatan, seperti buram atau tertutup darah, dan meningkatkan risiko glaukoma, yang dapat menimbulkan sakit kepala, mual, atau muntah.

Benturan berkecepatan tinggi juga dapat merusak struktur mata, termasuk saraf dan pembuluh darah di dalam mata. Jika mengalami pendarahan mata setelah benturan, segera periksakan diri ke dokter mata.

5. Cedera Mata Non-Mekanik (Paparan Zat Kimia)

Jika mata terkena zat kimia, sebaiknya segera bilas dengan air mengalir untuk mengurangi risiko peradangan yang lebih parah. Setelah itu, bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pengecekan pH permukaan kornea. Zat kimia, terutama yang bersifat basa, sangat berbahaya bagi mata karena dapat merusak struktur bagian dalam bola mata dengan cepat.

6. Cedera Mata karena Benda Tajam

Jika mata tertusuk benda tajam seperti paku, segera bawa ke dokter. Jangan mencoba mencabut benda tersebut, karena bisa memperparah cedera. Dokter akan memberikan penanganan khusus untuk mengatasi cedera jenis ini.

7. Tanda-Tanda Cedera Mata yang Memerlukan Pertolongan Medis Segera

Beberapa tanda cedera mata memerlukan pertolongan medis segera, seperti:

a. Penglihatan buram.
b. Struktur bola mata tampak tidak utuh (seperti isi bola mata keluar).
c. Benda asing yang menembus kornea.
d. Nyeri mata atau sakit kepala yang hebat.

Jika Anda mengalami salah satu dari tanda-tanda ini, segera bawa ke dokter mata.

8. Aturan 20-20-20 untuk Penggunaan Layar (Screen Time)

Jika Anda sering menatap layar, terapkan aturan 20-20-20 untuk mengurangi ketidaknyamanan pada mata. Caranya, setiap 20 menit di depan layar, alihkan pandangan ke sesuatu yang berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Teknik ini membantu mencegah mata kering dan kondisi computer vision syndrome, yang dapat menyebabkan iritasi, ketidaknyamanan pada mata, dan sakit kepala.

9. Risiko Trauma Mata yang Tidak Ditangani

Trauma pada mata yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti infeksi, pendarahan, atau peningkatan tekanan bola mata yang dapat mengakibatkan kebutaan. Cedera langsung pada saraf mata bisa menyebabkan papil atrofi, yaitu kondisi di mana saraf mata menjadi pucat, yang pada akhirnya juga dapat menyebabkan kebutaan.

Dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan ini, risiko cedera mata dapat diminimalkan. Penting juga untuk segera memeriksakan diri ke dokter mata jika mengalami gejala cedera serius.

Program: INSPIRASI SIANG – Talkshow
Narasumbebr: Dr. Bernard Farmahela Rahmat Gea. Sp.M. (Spesialis Oftalmologi di Netra Klinik Mata Bandung)