MQFMNETWORK.COM | Kota Bandung menghadapi potensi bencana yang tidak bisa dianggap ringan. Gempa bumi, banjir, hingga kebakaran permukiman menjadi ancaman berulang di wilayah perkotaan yang padat penduduk. Dalam kondisi tersebut, kelompok lanjut usia atau lansia berada pada posisi paling rentan, namun masih belum sepenuhnya menjadi fokus utama dalam program edukasi kebencanaan.

Lansia dan Risiko Kebencanaan di Perkotaan

Lansia menghadapi keterbatasan yang berbeda dibanding kelompok usia lain. Penurunan kemampuan fisik, keterbatasan mobilitas, serta daya tangkap informasi yang berkurang membuat mereka lebih berisiko saat terjadi bencana.

Beberapa faktor yang memperbesar kerentanan lansia antara lain
• Kesulitan bergerak cepat saat evakuasi
• Ketergantungan pada pendamping atau anggota keluarga
• Risiko kepanikan yang lebih tinggi dalam situasi darurat
• Keterbatasan akses terhadap informasi peringatan dini

Kondisi ini menuntut pendekatan edukasi kebencanaan yang lebih ramah dan adaptif terhadap kebutuhan lansia.

Edukasi Kebencanaan Khusus Lansia di Kota Bandung

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas kelompok rentan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kota Bandung bersama Sekolah Lansia Bahagia Antapani menggelar edukasi kebencanaan bagi lansia di Bandung Creative Hub. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan lansia dari berbagai wilayah di Kota Bandung.

Materi edukasi disampaikan dengan pendekatan sederhana dan kontekstual, meliputi
• Pengenalan jenis bahaya di lingkungan sekitar
• Pemahaman tanda tanda awal bencana
• Identifikasi ruang lindung di dalam rumah
• Pemahaman jalur evakuasi yang aman bagi lansia
• Simulasi kebencanaan sederhana sesuai kondisi fisik peserta

Pendekatan ini dirancang agar lansia dapat memahami dan menerapkan langkah kesiapsiagaan secara mandiri maupun bersama keluarga.

Pandangan BPBD Kota Bandung

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, menegaskan bahwa edukasi kebencanaan bagi lansia memiliki urgensi tinggi. Ia menyampaikan bahwa secara jumlah, korban lansia dalam bencana tidak selalu lebih tinggi dibanding kelompok lain. Namun dari sisi kapasitas, lansia memiliki keterbatasan yang membuat mereka lebih berpotensi terdampak.

Menurut Didi, edukasi kebencanaan bagi lansia perlu menekankan pada hal hal mendasar seperti
• Mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar
• Mengenali ciri ciri awal terjadinya bencana
• Mengidentifikasi ruang lindung yang aman
• Melindungi bagian vital tubuh seperti kepala saat kondisi darurat

Pandangan tersebut disampaikannya saat mengudara di Radio MQFM Bandung Kamis, 22/01/2026.

Peran Keluarga dan Lingkungan Terdekat

Edukasi kebencanaan bagi lansia tidak dapat berdiri sendiri tanpa keterlibatan keluarga. Lansia dengan keterbatasan mobilitas membutuhkan pendamping yang memahami prosedur evakuasi dan langkah penyelamatan dasar.

Beberapa hal yang perlu disiapkan keluarga antara lain
• Menentukan pendamping lansia saat kondisi darurat
• Menyusun rencana evakuasi berbasis rumah tangga
• Mengenali jalur evakuasi terdekat dari lingkungan rumah
• Memastikan lansia mendapatkan informasi yang mudah dipahami

Keluarga menjadi garda terdepan dalam memastikan keselamatan lansia saat terjadi bencana.

Menuju Kota Bandung yang Lebih Inklusif Bencana

BPBD Kota Bandung terus memperkuat upaya mitigasi bencana yang inklusif melalui berbagai program, seperti penguatan RT Tangguh Bencana, penyusunan sistem peringatan dini, serta pemetaan petugas dan jalur evakuasi. Upaya ini dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat, termasuk lansia, memiliki kesiapsiagaan yang memadai.

Urgensi edukasi kebencanaan ramah lansia tidak hanya bertujuan melindungi kelompok rentan, tetapi juga membangun ketangguhan masyarakat secara menyeluruh. Dengan edukasi yang tepat, lansia tidak hanya menjadi objek perlindungan, tetapi juga bagian dari komunitas yang sadar dan siap menghadapi bencana.