Hakikat Menuntut Ilmu Tanpa Batas Usia
Menuntut ilmu dalam Islam bukanlah sebuah fase yang selesai setelah lulus dari institusi formal seperti sekolah atau perguruan tinggi. Berdasarkan kajian Kitab Ta’lim Muta’alim, mencari ilmu adalah proses berkelanjutan yang dimulai sejak seseorang dilahirkan hingga maut menjemput. Hal ini sejalan dengan prinsip minal mahdi ilal lahdi, yang menegaskan bahwa kapasitas intelektual dan spiritual manusia harus terus diasah tanpa melihat batasan usia atau status sosial tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang disampaikan oleh rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Artinya:
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah, no. 224)
Kisah Inspiratif Hasan bin Ziyad di Usia Senja
Ustaz Olis Abdul Khalis menceritakan sosok Hasan bin Ziyad yang baru mendalami ilmu agama (tafaqquh fiddin) pada usia 80 tahun. Kegigihannya sangat luar biasa, bahkan beliau dikisahkan tidak tidur di atas kasur selama 40 tahun demi kefokusan belajar. Hal ini menjadi pengingat bagi generasi muda maupun tua agar tidak pernah merasa cukup atau terlambat untuk mempelajari agama Allah, karena setiap detik yang digunakan untuk belajar akan bernilai ibadah yang sangat tinggi di sisi-Nya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّة
Artinya: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Landasan Al-Qur’an tentang Derajat Orang Berilmu
Allah Swt. memberikan kedudukan yang istimewa bagi hamba-hamba-Nya yang berilmu. Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Mujadilah ayat 11:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ١١
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Yang menyatakan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dengan ilmu, kehidupan manusia akan menjadi lebih terarah, bermakna, dan memberikan manfaat luas bagi lingkungan sekitar sebagai bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
تَعَلّمُواالعِلْمَ وَتَعَلّمُوْا لِلْعِلْمِ السّكِيْنَةَ وَالْوَقَا رَ وَتَوَاضَعُوْا لِمَنْ تَتَعَلّمُوانَ مِنْهُ
Artinya: “Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya.” (HR Thabrani).