Keutamaan Belajar di Masa Muda

Masa muda merupakan periode emas bagi setiap individu karena kondisi fisik dan daya ingat yang masih berada pada puncaknya. Ustaz Olis menekankan bahwa awal masa muda (syarhus syabab) adalah waktu yang paling utama untuk menuntut ilmu. Pada fase ini, pikiran seseorang masih jernih dan belum terlalu banyak terbebani oleh urusan duniawi yang kompleks, sehingga proses penyerapan informasi dan pemahaman kitab-kitab agama dapat berlangsung lebih efektif dan maksimal. Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: “Jika seorang manusia mati, maka terputuslah darinya semua amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR Muslim no. 1631).

Keberkahan Waktu Sahur untuk Kecerdasan Intelektual

Waktu sahur atau sepertiga malam terakhir bukan hanya waktu terbaik untuk berdoa, tetapi juga untuk belajar. Kondisi alam yang hening dan tenang membantu otak untuk fokus tanpa gangguan bising. Belajar di waktu sahur membawa keberkahan karena pada saat itu Allah Swt. turun ke langit dunia untuk memberikan rahmat-Nya. Seseorang yang membiasakan diri bangun malam untuk belajar akan merasakan ketenangan hati dan kemudahan dalam memahami materi yang sulit sekalipun. Allah Subhanawata ‘Ala berfirman dalam Quran Surah At-Taubah Ayat 122:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَࣖ

Artinya: “Tidak sepatutnya bagi mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”

Ibnu Katsir menafsirkan, Allah SWT memerintahkan agar semua orang, atau setidaknya sekelompok orang dari setiap suku, berangkat untuk berperang bersama Rasulullah SAW dalam Perang Tabuk. Selain itu, mereka yang pergi harus mempelajari wahyu dan memberi peringatan kepada kaumnya tentang musuh setelah kembali.
Ini menunjukkan bahwa ada dua kewajiban utama yakni mempelajari agama dan berjihad yang merupakan tanggung jawab bersama bagi setiap muslim.

Memanfaatkan Waktu Antara Magrib dan Isya

Waktu produktif lainnya yang sering terabaikan adalah antara Magrib dan Isya. Tradisi mengaji di masjid pada waktu ini merupakan implementasi dari ajaran para ulama terdahulu untuk mengisi celah waktu dengan hal yang bermanfaat. Mengisi waktu ini dengan belajar tahsin, fikih, atau ilmu alat lainnya jauh lebih utama daripada sekadar bersantai. Waktu ini dianggap mustajab dan penuh berkah untuk menjaga kontinuitas hafalan serta pemahaman terhadap ilmu-ilmu yang telah dipelajari sebelumnya.