Sahabat MQ saat musim haji, banyak saudara kita yang Allah panggil untuk menjadi tamu-Nya di tanah suci, bagaimana dengan kita yang belum Allah undang? Maka kita undang Allah dalam hati kita. Lalu bagaimana cara mengundang Allah? Seperti hal nya kita akan kedatangan tamu agung, maka kita akan membersihkan rumah kita, merapikan dan memperindah rumah kita bukan?
Begitu pun mengundang Allah dalam hati, artinya menghadirkan Allah dalam hati kita, maka kita harus mensuckan diri. Jaga diri dari dosa, anggota tubuh kita, pikiran kita dan bersihkan hati dari sifat-sifat tercela, bersihkan hati dari selain Allah menjadi hal yang penting dan harus diupayakan.
Menghadirkan Allah dalam hati, dapat kita ambil pelajarannya dari Nabi Ibrahim AS, Nabi Ibrahim mendapatkan gelar Khalilullah yang artinya kekasih Allah. Nabi Ibrahim mencintai Allah sampai ke celah-celah hati nya, beliau mencintai Allah dan dicintai Allah.
Dalam Q.S An-Nahl ayat 120, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:َ
“Sungguh, Ibrahim adalah seorang imam (yang dapat dijadikan teladan), patuh kepada Allah dan hanif. Dan Dia bukanlah termasuk orang musyrik (yang mempersekutukan Allah),”
Dalam Q.S An-Nahl Nabi Ibrahim di sebutkan Ummatan/Ummah disini berarti beliau mempunyai keistimewaan yang tidak bisa di tampung oleh orang lain.
3 Keistimewaan Nabi Ibrahim Yang Paling Menonjol
Menemukan Allah Melalui Pengalaman Spiritual
Pertama ia menyembah bintang namun ketika bintang meredup ia meninggalkan nya, kemudian ia menyembah bulan, bulan pun cahaya menghilang lalu ia menyembah matahari yang begitu terang, namun akhirnya matahari pun tenggelam, hingga akhirnya ia memumukan Allah SWT dan ia merupakan Nabi pertama yang menyerukan tuhan seluruh alam, karena Nabi-Nabi sebelumnya hanya menyerukan tuhan untuk ummat nya.
Mempercayai Tentang Hari Kemudian
Nabi Ibrahim meminta kepada Allah di tunjukan bahwa hari kebangkitan itu ada, dengan cara menghidupkan kembali yang telah mati.
Dalam Q.S Al – Baqarah ayat 260, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :
“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.” Allah berfirman, “Belum percayakah engkau?” Dia (Ibrahim) menjawab, “Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap).” Dia (Allah) berfirman, “Kalau begitu, ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu, kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”
Mengorbankan Yang Paling Ia Cintai
Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih anak nya, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail pun menaati perintah-Nya. Lalu Allah menggantinya dengan domba, karena Allah menyayangi manusi dan ini juga menjadi tanda bahwa tidak ada lagi pengorbanan berbentuk manusia. karena zaman dulu masih ada pengorbanan dalam bentuk manusia.
Nabi Ibrahim bisa saja meminta kepada Allah untuk tidak menyembelih anaknya, dan besar kemungkinan Allah mengabulkannya, namun Nabi Ibrahim memilih taat dan menyembelih rasa kepemilikannya terhadap anak nya yang ia nantikan bertahun-tahun.
Dengan kisah ini Allah mengajarkan bahwa tidak boleh mencintai sesuatu melebihi kecintaan kepada Allah. Ketika kita mencintai sesuatu maka kita harus menyembelih rasa kepemilikan kita rasa cinta kita jika itu melebihi kecintaan kepada Allah. Jangan buat Allah cemburu, jangan terlalu mencintai sesuatu selain Allah.
Apakah setiap orang punya perjalanan spiritual meskipun tidak di arahkan oleh orang tua?
Setiap orang mempunyai perjalanan spiritual yang berbeda-beda, ada yang dengan pembuktian Kauniyah, Sima’iah, dan Quraniah, setiap orang mempunyai rasa mencari kebenaran, siapa yang ia sembah, dan itu fitrah. Meskipun orang atheis sekalipun, tetap ada dalam hati nya mengagungkan atau menganggap hebat sesuatu atau seseorang dan bagi orang yang berfikir maka dia akan menemukan Allah.
Program: Inspirasi Keluarga – Langkah Kecil Untuk Bahagia
Narasumber: Ibu Khairati
Penyiar: Asila Ghania