Bahagia Berlipat Ganda di Dunia
Mengarungi bahtera rumah tangga tentu mendatangkan berbagai dinamika yang mewarnai kehidupan sahabat MQ. Banyak orang yang menghabiskan waktu luangnya untuk mencari hiburan atau kesenangan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja. Padahal, kebahagiaan sejati yang hakiki justru hadir di dalam rumah ketika melihat buah hati tumbuh menjadi sosok yang taat kepada penciptanya.
Ketika memiliki rezeki yang cukup, rasa syukur yang dirasakan tentu akan terasa sangat damai di dalam hati. Namun, kebahagiaan tersebut akan bertambah berkali-kali lipat saat menyaksikan anak-anak bisa menikmati kebaikan bersama dengan penuh rasa syukur. Kesenangan materi yang didapatkan sendiri tidak akan pernah bisa menandingi indahnya melihat generasi penerus tumbuh dalam koridor kebaikan.
Momen terbaik dalam hidup salah satunya adalah saat melihat anak berhasil melakukan ibadah dengan penuh kesadaran. Rasa terharu dan bangga yang membuncah di dalam dada menjadi bukti bahwa kehadiran anak saleh adalah penyejuk hati yang paling utama. Sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an Surat Al-Furqan ayat 74:
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Artinya: “Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.'”
Investasi Terbaik Setelah Kematian
Setiap manusia pasti akan menghadapi gerbang kematian dan meninggalkan seluruh kemewahan dunia yang pernah digenggamnya. Pada saat seluruh aktivitas di dunia telah berakhir, tidak ada lagi yang bisa menolong selain amalan yang terus mengalir manfaatnya. Di sinilah peran penting seorang anak saleh yang dididik dengan pemahaman agama yang kuat sejak dini.
Doa yang dipanjatkan oleh seorang anak yang taat akan menjadi lentera yang menerangi alam kubur orang tuanya. Ketika semua orang mulai melupakan, anak yang saleh akan tetap setia mengingat dan mengirimkan permohonan ampunan di setiap waktu sujudnya. Hal ini menjadi sebuah keuntungan yang sangat besar bagi setiap insan yang telah berpindah alam.
Keutamaan ini secara tegas telah disampaikan dalam sebuah hadis sahih yang sangat populer di kalangan umat Islam. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya: “Jika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).
Mengangkat Derajat di Surga
Sungguh sebuah pemandangan yang luar biasa ketika di akhirat nanti ada orang tua yang terkejut melihat kedudukannya. Mereka merasa amalan yang dilakukan selama hidup di dunia biasa-biasa saja dan tidak terlalu istimewa. Namun, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan tempat yang mulia dan meninggikan derajat mereka di surga-Nya.
Ternyata, rahasia di balik tingginya kedudukan tersebut adalah karena untaian istigfar yang selalu diucapkan oleh sang anak. Permohonan ampunan yang tulus dari anak saleh memiliki kekuatan yang luar biasa di hadapan Allah. Oleh karena itu, mempersiapkan anak yang saleh merupakan tugas mulia yang harus diutamakan dalam pernikahan sahabat MQ.
Hal ini sejalan dengan penjelasan yang terdapat dalam sebuah hadis riwayat Imam Ahmad mengenai pengangkatan derajat tersebut. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، أَنَّى لِي هَذِهِ؟ فَيَقُولُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla benar-benar mengangkat derajat bagi seorang hamba yang saleh di surga, lalu ia bertanya: ‘Wahai Tuhanku, dari mana aku bisa mendapatkan ini?’ Maka Allah berfirman: ‘Karena permohonan ampunan anakmu untukmu.'”