Adab di Atas Ilmu sebagai Fondasi Utama

Dalam dunia pendidikan Islam, adab memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada ilmu itu sendiri. Tanpa adab yang baik, ilmu yang banyak justru berisiko membuat seseorang menjadi sombong dan jauh dari ridha Allah. Ustaz Olis menegaskan bahwa seorang penuntut ilmu harus memiliki rasa takzim dan hormat yang mendalam kepada gurunya. Penghormatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pengakuan atas jasa guru yang telah membimbing ruh dan akal menuju jalan kebenaran.

Allah Subahanhu wa Ta’ala berfirman dalam Qur’an Surat Al Hasyr Ayat 7:

وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمۡ عَنۡهُ فَٱنتَهُواْۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ 

Artinya: “Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.”

Pentingnya Takzim kepada Guru dalam Menuntut Ilmu

Keberkahan ilmu sangat bergantung pada rida seorang guru. Jika seorang murid menyakiti hati gurunya atau tidak menghormatinya, maka ilmu yang didapat dikhawatirkan tidak akan memberikan manfaat atau justru cepat hilang dari ingatan. Sebaliknya, murid yang berkhidmat dengan tulus akan mendapatkan kemudahan dalam memahami ilmu, meskipun kapasitas intelektualnya biasa saja. Guru adalah pintu gerbang cahaya ilmu, sehingga memuliakan mereka adalah kewajiban bagi setiap santri atau pelajar.

Allah Subahanhu wa Ta’ala berfirman dalam Qur’an Surat Al-Mujadilah Ayat 11:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.”

Dalil tentang menghormati guru ini menekankan pentingnya kedudukan ilmu dalam Islam. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa barangsiapa yang memberikan ruang untuk ahli ilmu dan bersegera dalam menuntut ilmu, maka akan Allah SWT berkahi.

Landasan Al-Qur’an Mengenai Kesabaran dalam Belajar

Pentingnya adab dan kepatuhan dalam belajar tercermin dalam kisah Nabi Musa as. dan Nabi Khidir as. yang diabadikan dalam Al-Qur’an Surah Al-Kahfi. Di sana ditekankan bahwa seorang murid harus bersabar dan tidak mendahului gurunya dalam bertanya sebelum diizinkan. Kesabaran dan ketundukan murid kepada bimbingan guru adalah prasyarat utama agar ilmu yang dipelajari meresap ke dalam hati dan menjadi petunjuk bagi kehidupan di dunia maupun di akhirat.

Allah Subahanhu wa Ta’ala berfirman dalam Qur’an Surat  Ali Imran Ayat 200:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْاۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَࣖ

Artinya:“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu, dan tetaplah bersiap siaga, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”