Barokah Pernikahan dan Ujian Rumah Tangga : Antara Doa, Usaha, dan Gangguan Spiritual
Doa yang Disunnahkan Saat Akad Nikah
Doa yang diajarkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam untuk pengantin adalah:
بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ
“Semoga Allah memberkahimu, memberkahi atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi)
Doa ini mengandung permohonan agar pasangan mendapat:
Makna Barokah
Para ulama menjelaskan bahwa barokah mencakup tiga makna utama:
1. An-Nikmah (النعمة) limpahan nikmat dari Allah yang banyak dan bermanfaat.
2. As-Sa‘ādah (السعادة) kebahagiaan yang langgeng, baik di dunia maupun akhirat.
3. Az-Ziyādah (الزيادة) bertambahnya kebaikan dari waktu ke waktu.
Dengan kata lain, doa ini bukan sekadar ucapan selamat, tetapi permohonan agar Allah menjadikan rumah tangga itu penuh kebaikan yang terus berkembang.
Ketika Rumah Tangga Tidak Seindah Harapan
Harapan semua pasangan tentu ingin membangun rumah tangga sakinah, mawaddah, rahmah damai, penuh cinta, dan kasih sayang. Namun kadang di perjalanan waktu yang dulu saling mencintai, tiba-tiba saling menjauh, yang dulu memandang pasangannya sebagai belahan jiwa, tiba-tiba memandangnya seperti musuh.
Perubahan drastis seperti ini ada banyak sebabnya: bisa faktor komunikasi, emosi, tekanan hidup, atau bahkan faktor spiritual.
Kemungkinan Faktor Gangguan Sihir
Dalam sebagian kasus, para ulama menyebut bahwa perubahan hubungan suami-istri secara tiba-tiba dan ekstrem dapat terjadi karena sihir—terutama jenis sihir tafrīq (sihir yang bertujuan memisahkan). Hal ini disebutkan Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 102, tentang sihir yang diajarkan oleh para tukang sihir Bani Israil, sihir adalah sesuatu yang benar-benar ada di masa lalu telah terjadi, dan salah satu tujuannya bisa merusak hubungan suami-istri.
Namun penting dicatat, Al-Qur’an tidak mengatakan pasti hanya bahwa sihir mampu memberikan efek tersebut dengan izin Allah.
Sikap yang Seimbang
Ketika masalah rumah tangga muncul, jangan langsung menyimpulkan sihir. Islam mengajarkan sikap yang:
1. Rational
– Evaluasi komunikasi, kesabaran, interaksi sehari-hari.
– Minta bantuan ahli (konselor keluarga/ustadz/terapis) bila perlu.
2. Spiritual
– Perbanyak doa, dzikir, ruqyah syar’iyyah, membaca Al-Baqarah, menjaga wudhu.
– Membangun kembali kedekatan dengan Allah.
3. Menghindari tuduhan tanpa bukti
– Jangan menuduh pihak tertentu melakukan sihir tanpa dasar ini dosa besar.
Apabila Dugaan Sihir Menguat
Jika perubahan sangat tiba-tiba, tanpa sebab logis, disertai gejala-gejala spiritual, barulah boleh diruqyah atau meminta ruqyah syar‘iyyah tanpa kesyirikan.
Program: Inspirasi Malam – Kajian Tematik
Narasumber: Ustadz Jamaludin
Penyiar: Krisna Bahri