MQFMNETWORK.COM | Bandung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menggelar BAZNAS Fundraising Forum (BFF) 2026, sebuah forum strategis tahunan yang menjadi ruang kolaborasi bagi para pengelola zakat di Indonesia dalam memperkuat ekosistem penghimpunan zakat. Mengusung semangat “Memperkuat Fundraising Zakat Nasional untuk Berkontribusi dalam Gerakan Kemanusiaan Lokal dan Global”, kegiatan ini diselenggarakan di Daarul Hajj Daarut Tauhiid, Kota Bandung, dengan DT Peduli dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan.

Forum tersebut dihadiri oleh perwakilan Badan Amil Zakat Nasional, Kementerian Agama Republik Indonesia, lembaga-lembaga zakat, praktisi fundraising, serta berbagai mitra yang memiliki komitmen dalam memperkuat pengelolaan zakat nasional.

Penyelenggaraan BAZNAS Fundraising Forum menjadi momentum penting untuk membangun kesamaan visi dalam menghadapi tantangan penghimpunan zakat di era digital. Tidak hanya berfokus pada peningkatan penghimpunan dana, forum ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman, inovasi, dan strategi agar zakat mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

DT Peduli Dorong Inovasi Fundraising agar Zakat Berdampak Lebih Luas

Direktur DT Peduli, Jajang Nurjaman, menyampaikan bahwa penyelenggaraan BAZNAS Fundraising Forum merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas lembaga zakat di Indonesia, khususnya pada aspek fundraising.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi lembaga zakat saat ini menuntut hadirnya berbagai inovasi agar penghimpunan zakat dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Forum ini diharapkan dapat memberikan penguatan kepada lembaga-lembaga zakat, khususnya dari sisi fundraising. Forum ini hadir untuk menghimpun berbagai inovasi sehingga zakat dapat memberikan dampak yang lebih luas kepada masyarakat,” ujar Jajang Nurjaman.

Ia menambahkan bahwa inovasi dalam fundraising tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi digital, tetapi juga mencakup penguatan strategi komunikasi, peningkatan kepercayaan publik, serta pengembangan kolaborasi lintas sektor.

Sebagai tuan rumah, DT Peduli berharap forum ini mampu menjadi ruang pembelajaran bersama bagi seluruh lembaga zakat untuk saling berbagi praktik terbaik (best practices), sehingga pengelolaan zakat di Indonesia semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada dampak.

Kementerian Agama Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Transparansi

Dalam kesempatan yang sama, Handayani, selaku Perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia, Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi salah satu kunci utama dalam memperkuat ekosistem zakat nasional.

Menurutnya, setiap lembaga zakat memiliki peran yang sama dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antarlembaga perlu terus diperkuat agar program-program yang dijalankan mampu memberikan dampak yang lebih besar.

“Kita perlu memperkuat kolaborasi antar lembaga zakat agar mampu menghadirkan program-program yang benar-benar berdampak. Selain itu, pelaporan dan dampak dari pengelolaan zakat juga harus dapat disampaikan kepada masyarakat dengan baik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas,” ungkap Handayani.

Ia menjelaskan bahwa transparansi menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga zakat. Masyarakat tidak hanya ingin mengetahui besarnya dana yang berhasil dihimpun, tetapi juga ingin melihat bagaimana zakat tersebut mampu mengubah kehidupan para penerima manfaat.

Langkah Strategis Memperkuat Kolaborasi Lembaga Zakat

Melalui BAZNAS Fundraising Forum 2026, sejumlah langkah strategis turut menjadi perhatian bersama dalam memperkuat ekosistem zakat nasional, di antaranya:

  1. Meningkatkan kolaborasi antarlembaga zakat dalam merancang program yang saling melengkapi.
  2. Mengembangkan inovasi fundraising berbasis teknologi digital dan perilaku masyarakat modern.
  3. Memperkuat sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, media, akademisi, dan komunitas.
  4. Membangun sistem pelaporan yang transparan, akuntabel, dan mudah dipahami oleh publik.
  5. Mengedepankan pengukuran dampak (impact measurement) agar manfaat zakat dapat dirasakan secara nyata oleh mustahik.
  6. Mendorong lahirnya program-program kemanusiaan yang berkelanjutan di tingkat lokal maupun global.

Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan dan Gerakan Kemanusiaan

Forum ini menegaskan bahwa zakat memiliki potensi besar sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dan pembangunan sosial. Pengelolaan zakat yang profesional tidak hanya mampu mengurangi kemiskinan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi umat serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan kemanusiaan.

Melalui kolaborasi yang semakin erat, inovasi fundraising yang berkelanjutan, serta tata kelola yang transparan, zakat diharapkan dapat menjadi kekuatan bersama dalam menghadirkan perubahan sosial yang lebih luas.

Penyelenggaraan BAZNAS Fundraising Forum 2026 di Daarul Hajj Daarut Tauhiid, Kota Bandung, menjadi bukti komitmen BAZNAS bersama DT Peduli dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat ekosistem zakat nasional. Semangat sinergi yang dibangun melalui forum ini diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta meningkatkan kontribusi zakat Indonesia dalam mendukung pembangunan dan gerakan kemanusiaan, baik di tingkat lokal maupun global.